<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100866">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERENCANAAN JALAN TAMBANG GAS DENGAN METODE GIROUD-HAN DAN METODE AASHTO 1993</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAUWALUL RIZQI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Mengingat peranan infrastruktur jalan tambang yang sangat penting terhadap kegiatan penambangan, maka perlu dilakukan perencanaan perkerasan jalan tambang yang sanggup menahan beban kendaraan yang beroperasi di atasnya. Hal ini dilakukan demi tercapainya kelancaran kegiatan penambangan dan keselamatan lalu lintas pekerja dapat terlindungi. Kegiatan penambangan gas yang sedang diadakan di Kabupaten Aceh Timur tentunya memerlukan suatu jalan di area penambangan tersebut. Permasalahan utama pada konstruksi jalan tambang adalah kecilnya nilai daya dukung subgrade yang berakibat pada tebal perkerasan dan berpengaruh terhadap biaya pengerjaan. Untuk mengurangi tebal perkerasan, dapat digunakan bahan tambah berupa geotekstil. Penggunaan geotekstil pada perencanaan ini adalah sebagai separator (pemisah) dan perkuatan terhadap subgrade. Tujuan analisis perencanaan adalah mendapatkan tebal perkerasan jalan tambang yang sanggup menahan beban kendaraan di atasnya berdasarkan metode yang digunakan. Analisis perencanaan dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Giroud-Han dan metode AASHTO 1993. Metode Giroud-Han dipilih karena mempertimbangkan penggunaan geotekstil dalam desain perkerasannya, sedangkan metode AASHTO 1993 dipilih karena merupakan standar yang sudah digunakan oleh pihak internasional dalam desain perkerasan jalan. Berdasarkan analisis, diperoleh nilai ESAL rencana sebesar 97.656,039 ESAL. Hasil analisis tebal perkerasan untuk metode Giroud-Han tanpa penggunaan geotekstil diperoleh lapisan base sebesar 44,1 cm dan dengan penggunaan geotekstil diperoleh lapisan base sebesar 38,3 cm. Menggunakan metode AASHTO 1993, diperoleh hasil tebal perkerasan lapisan base saja sebesar 31,55 cm dan untuk hasil berupa 2 lapisan diperoleh tebal lapisan subbase sebesar 25,4 cm dan lapisan base sebesar 15,24 cm.&#13;
&#13;
Kata Kunci : jalan tambang, lapis perkerasan, geotekstil, Giroud-Han, AASHTO 1993</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100866</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-20 23:22:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 11:28:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>