<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100830">
 <titleInfo>
  <title>KEANEKARAGAMAN SPESIES HIU DAN PARI SERTA STATUS KONSERVASINYA DI PERAIRAN TIMUR ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAULANA IKBAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakulta Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hiu dan pari adalah kelompok hewan bertulang rawan (Elasmobrachii) yang merupakan trofik tertingi pada rantai makanan sebagai predator di suatu kawasan perairan. Saat ini sumberdaya perikanan hiu di Indonesia mengalami penurunan oleh karena itu pengelolaan diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies, keanekaragaman jenis, jenis kelamin dan tingkat kematangan clasper serta status konservasi hiu dan pari. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 januari-5 februari 2021 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong Baru Kota Lhokseumawe. Pengambilan data hiu dan pari mengunakan metode survei yaitu data diperoleh langsung dilapangan dan juga menggunakan metode sensus yang mengambil satu kelompok populasi sebagai sampel secara keseluruhan dan menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai alat pengumpulan data yang pokok untuk mendapatkan informasi yang spesifik dengan cara melihat jenis ikan yang tertangkap, mengukur tubuh ikan, melihat jenis kelamin ikan dan mengukur clasper pada ikan jantan. Hasil dari penelitian ditemukan 202 individu hiu dan pari, diantaranya 95 individu hiu dan 107 individu pari. Indeks keanekaragaman ikan hiu sebesar 0,75 dengan kategori rendah sedangkan pari sebesar 2,50 kategori sedang, indeks keseragaman hiu dan pari sebesar 0,6 dengan kategori sedang dan indeks dominansi hiu sebesar 0,73  dengan kategori sedang sedangkan pari sebesar 0,26 kategori rendah. Rasio kelamin tidak seimbang didominansi oleh betina sedangkan tingkat kematangan Clasper ikan jantan pada kategori Full Calcification (FC) 45 individu, kategori On Full Calcification (NFC) 36 individu dan kategori Non Calcification (NC ) 3 individu. Rata-rata panjang ikan berkisar 97 cm dengan panjang Clasper 6 cm. Status konservasi ikan didominansi kategori Endangered (EN, genting atau terancam) dan 3 spesies yang telah masuk kedalam daftar Apendiks II CITES.&#13;
&#13;
Kata kunci: Hiu, Pari, Keanekaragaman, IUCN, Apendiks II CITES</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100830</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-20 14:59:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-21 09:22:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>