<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100813">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANESTESI SPINAL MENGGUNAKAN LEVOBUPIVAKAIN ISOBARIK DENGAN BUPIVAKAIN HIPERBARIK PADA OPERASI EKSTREMITAS BAWAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dr. Anggie Hanifa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Latar Belakang : Saat ini penggunaan agen anestesi yang paling aman untuk anestesi spinal masih menjadi perdebatan. Bupivakain merupakan obat anestesi yang paling umum digunakan pada anestesi spinal, walaupun demikian resusitasi setelah kolaps kardiovaskular pasca pemberian bupivakain umumnya sulit untuk dilakukan. Selain Bupivakain, Levobupivakain merupakan salah satu obat anestesi lokal terbaru yang dapat digunakan pada anestesi spinal. Levobupivakain memiliki sifat farmakologis yang sangat mirip dengan bupivakain dan memiliki toksisitas yang lebih rendah.&#13;
Tujuan : Mengetahui perbandingan onset, lama kerja serta kestabilan hemodinamik antara bupivakain hiperbarik dan levobupivakain isobarik pada anestesi spinal terutama pada operasi ortopaedi ekstremitas bawah&#13;
Metode : Sebanyak 46 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dikelompok secara acak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok penggunaan Bupivakain dan Levobupivakain. Selanjutnya, dilakukan obeservasi terhadap mula kerja, lama kerja, serta kestabilan hemodinamik pada subjek penelitian.&#13;
Hasil : Berdasarkan uji statistik menggunakan uji T Tidak Berpasangan perbedaan yang signifikan nilai mula kerja pada kedua kelompok (p0.05). Analisis statistik pada hemodinamik paska anestesi spinal menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada hemodinamik kedua kelompok baik dari tekanan darah sistolik, diastolik maupun nadi (p&gt;0.05). Walaupun demikian banyak penelitian lain yang menyebutkan bahwa Levobupivakain memiliki efek samping hipotensi yang lebih jarang dibandingkan penggunaan Bupivakain&#13;
Kesimpulan : Levobupivakain isobarik dapat menjadi obat alternatif selain bupivakain hiperbarik karena onset, durasi dan hemodinamik paska anestesi yang tidak berbeda jauh.&#13;
Kata Kunci : Levobupivakain, Bupivakain, Anestesi Spinal, Operasi Ekstremitas Bawah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100813</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-20 12:40:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-20 12:43:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>