<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100795">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH A-KITOSAN CANGKANG KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS PADA LUKA SAYAT GINGIVA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSABILLA LATANSA NAZARUDDIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama	:   Salsabilla Latansa Nazaruddin&#13;
Program Studi	:   Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Fakultas	:    Kedokteran Gigi&#13;
Judul 	:  Pengaruh ɑ-Kitosan Kerang Hijau (Perna viridis) Terhadap Jumlah Fibroblas Pada Luka Sayat Gingiva Tikus Putih (Rattus norvegicus)&#13;
&#13;
&#13;
Luka sering dialami oleh manusia, baik luka pada tubuh maupun pada rongga mulut. Tubuh merespon keadaan tersebut melalui proses penyembuhan luka. Proses ini terdiri dari fase hemostasis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. Tahap proliferasi mulai terjadi pada hari ke 3 hingga hari ke 21, ditandai dengan adanya sel fibroblas yang bermigrasi ke daerah luka sehingga dapat menutup daerah luka. Kitosan kerang hijau (Perna viridis) memiliki potensi untuk penyembuhan luka karena memiliki sifat biokompabilitas yang baik, biodegradable, nontoksik dan antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian gel kitosan kerang hijau terhadap penyembuhan luka pada hari ke-14 secara histologi. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok perlakuan, kelompok kontrol positif dan kelompok kontrol negatif diberi perlukaan di gingiva anterior mandibula. Daerah luka diaplikasikan menggunakan gel kitosan TIENS, gel aquades dan gel kitosan kerang hijau secara topikal dua kali sehari selama 14 hari, lalu jaringan luka diamati secara histologi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah fibroblas pada kelompok gel kitosan TIENS memiliki rerata 10±0,3, kelompok gel aquades memiliki rerata 11±0,2 dan kelompok gel kitosan kerang memiliki rerata 14±0,6. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap gel kitosan kerang hijau (Perna viridis) dan gel aquades terhadap jumlah sel fibroblas pada penyembuhan luka hari ke-14 tikus Wistar (Rattus norvegicus).&#13;
	&#13;
Kata kunci: Penyembuhan luka, kitosan kerang hijau, histologi, sel fibroblas.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100795</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-20 12:03:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-20 15:12:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>