<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100702">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWARNMELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASEDRNLEARNING (PBL) DI KELAS VII SMP NEGERI 3RNBANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maulidia Amirda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kemampuan pemecahan&#13;
masalah matematis siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL)&#13;
di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Mixed&#13;
Method dengan Explanatory Sequential Design. Pemilihan subjek dilakukan secara&#13;
Purposive Sampling yaitu kelas VII-8 sebagai subjek tes kemampuan pemecahan&#13;
masalah siswa. Subjek wawancara dipilih secara purposive yaitu beberapa siswa&#13;
yang memiliki kemampuan pemecahan masalah pada kategori baik sekali, baik,&#13;
cukup, kurang dan kurang sekali. Berdasarkan data yang telah dianalisis dapat&#13;
disimpulkan bahwa terdapat 25.81% subjek yang masuk dalam katagori baik sekali,&#13;
29.03% subjek yang masuk dalam katagori baik, 12.9% yang masuk dalam katagori&#13;
cukup, 16.13% yang masuk dalam katagori kurang, dan 16.13% yang masuk dalam&#13;
katagori kurang sekali. Siswa yang masuk kategori I dalam menyelesaikan soal yaitu&#13;
sebanyak 5 orang atau sekitar 16,13%, siswa yang masuk dalam kategori II sebanyak&#13;
9 orang atau sekitar 29%, siswa yang masuk kedalam kategori III sebanyak 3 orang&#13;
atau sekitar 9,7%, siswa yang masuk kedalam kategori IV sebanyak 2 orang atau&#13;
sekitar 6,45%, siswa yang masuk kedalam kategori V sebanyak 2 orang atau sekitar&#13;
6,45%, siswa yang masuk kedalam kategori VI sebanyak 8 orang atau sekitar 25,8%&#13;
dan siswa yang masuk kedalam kategori VII sebanyak 2 orang atau sekitar 6,45%.&#13;
Secara keseluruhan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berada pada&#13;
katagori baik. Pemilihan model pembelajaran yang membiasakan siswa untuk&#13;
memecahkan masalah dan terlibat aktif dalam belajar sangat diperlukan.&#13;
Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Problem Based Learning&#13;
(PBL), Aritmatika Sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100702</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-17 15:41:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-17 16:07:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>