Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENAPISAN BEBERAPA TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL ACEH TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT
Pengarang
Ratna Juwita Umri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0508103010030
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Kimia (S1) / PDDIKTI : 47201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat dari beberapa tumbuhan yang secara etnobotani diketahui memiliki khasiat obat, Tumbuhan- tumbuhan tersebut adalah cabe rawit (Capsicum frutescens L), ciplukan (Physalis peruvianay, johar (Cassta florida Vahl), kecubung (Datura metel), pacar kuku tLawsonia inermis L). pegagan (Centella asiatica (L.) Urban), petai china (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit), seledri (Apium graveolens L) dan widuri (Calotropls gigamean Wi/ld). Semua sampcl diuji fitokimia dalam keadaan segar, Setelah diuji fitokimia, selanjutnya bagian tumbuhan yang paling banyak mengandung jenis metabolit sekunder berupa alkaloid, terpenoid, steroid, fenol, flavonoid, saponin dan kumarin diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstrak etil asetat yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E: coli adalah tumbuhan cabe rawit, kecubung dan bunga widuri. Ekstrak yang paling aktif dalam menghambat pertumbuhan E. coli adalah ekstrak tumbuhan cabe rawit, Sedangkan ekstrak etil asetat yang mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S. aureus adalah tumbuhan cabe rawit, ciplukan, bunga widuri dan batangjohar. Ekstrak yang paling aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus terdapat pada ekstrak tumbuhan cabe rawir, Ekstrak yang aktif dianalisa dengan menggunakan spektroskopi KG-SM. Berdasarkan data KG-SM, banyak senyawa metabolit sekunder yang mempunyai kualitas kemiripan dan kandungan yang tinggi, tetapi ditinjau secara struktur diduga tidak menyumbangkan keaktifan dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Karena itu perlu dilakukan pemumian lanjut dan analisis dengan cam spektroskopi yang lebih lengkap untuk menentukan senyawa aktif tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi berupa data titokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat dari beberapa tumbuhan di Aceh terhadap E. coli dan S. aureus sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku industri farmasi.
Kata kunci : Antibakteri, metabolit sekunder, ekstrak etil asetat, E. coli, S. Aureus
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA FLAVONOID DAUN MALAKA (PHYLLANTHUS EMBLICA) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI (Yuhelsya Nasria. R, 2022)
SKRINING EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT BATANG TUMBUHAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIMIKROBA DI KAWASAN MANIFESTASI GEOTERMAL KAWAH JABOI SABANG (M. RAYYAN SYAHPUTRA, 2022)
PENAPISAN BEBERAPA TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL ACEH TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT (Ratna Juwita Umri, 2022)
UJI AKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA, ETIL ASETAT, DAN METANOL DAUN SEMBUNG (BLUMEA BALSAMIFERA (L.) DC.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI METHICILLIN RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) (Alfi Amalia, 2017)
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) HASIL MASERASI BERTINGKAT TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO (ARUM FIRDAYANTI, 2022)