<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100586">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN RASIO KELAMIN JANTAN PADA IKAN KOMET (CARASSIUS AURATUS) DENGAN INDUKSI SUHU YANG BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Herni Zikratul Yustianda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan komet (Carassius auratus) adalah ikan hias air tawar yang memiliki keindahan warna, bentuk sirip dan pergerakan tubuh yang sangat indah. Harga ikan komet jantan lebih mahal dari pada ikan komet betina. Oleh karena itu, pembudidaya ikan lebih memilih untuk memproduksi ikan komet jantan. Salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan kelamin ikan adalah suhu. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan suhu yang berbeda terhadap persentase ikan komet berkelamin jantan dalam produksi ikan komet monosex jantan yang banyak dan larva yang normal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2022 di UPTD Balai Benih Ikan, Krueng Batee, Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali pengulangan setiap perlakuan. Perlakuan penggunaan suhu yang berbeda terdiri dari: P0 (perendaman embrio dengan menggunakan suhu 28oC), P1 (perendaman embrio dengan menggunakan suhu 30oC), P2 (perendaman embrio dengan menggunakan suhu 32oC) dan P3 (perendaman embrio dengan menggunakan suhu 34oC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi suhu yang berbeda berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100586</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-16 10:13:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-16 11:06:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>