<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100574">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI DAN EKSPEKTASI ORANG TUA TERHADAP VAKSINASI COVID-19 PADA ANAK DI BANDA ACEH (STUDI FENOMENOLOGI)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. Ade Prasetia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Orang tua biasanya menjadi pengambil keputusan mengenai vaksinasi anak-anak mereka yang berusia di bawah 18 tahun, apakah memberi izin atau menolak anaknya dilakukan vaksinasi COVID-19. Tujuan: Untuk mengeksplorasi persepsi dan ekspektasi orang tua terhadap vaksinasi COVID-19 pada anak di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 36 orang tua di sembilan kecamatan di Banda Aceh. Data dianalisis secara kualitatif melalui analisis tematik. Hasil: Tiga tema yang didapatkan: (1) Persepsi orang tua yang bersedia anaknya divaksinasi COVID-19. (2) Persepsi orang tua yang menolak atau menunda anaknya divaksinasi COVID-19. (3) Ekspektasi orang tua terhadap vaksinasi COVID-19 pada anak. Manfaat vaksin dan kebijakan pemerintah merupakan alasan orang tua bersedia anaknya divaksinasi COVID-19. Kekhawatiran keamanan vaksin, kurangnya informasi, imunitas tubuh yang kuat, gaya hidup sehat, dan keyakinan agama merupakan alasan orang tua menolak atau menunda anaknya divaksinasi COVID-19. Ekspektasi orang tua terhadap vaksinasi COVID-19 pada anak yaitu ekspektasi terhadap COVID-19, ekspektasi terhadap anak, ekspektasi terhadap pendidikan, ekspektasi terhadap pemerintah, dan ekspektasi terhadap masyarakat. Kesimpulan: Persepsi terhadap manfaat vaksin dan kebijakan pemerintah memengaruhi orang tua untuk vaksinasi COVID-19 pada anaknya, sedangkan persepsi terhadap kekhawatiran keamanan vaksin, kurangnya informasi tentang vaksin, imunitas tubuh yang kuat, gaya hidup sehat, dan keyakinan agama memengaruhi orang tua untuk menolak atau menunda vaksinasi COVID-19 pada anaknya. Ekspektasi orang tua terhadap vaksinasi COVID-19 pada anak yaitu ekspektasi terhadap COVID-19, ekspektasi terhadap anak, ekspektasi terhadap pendidikan, ekspektasi terhadap pemerintah, dan ekspektasi terhadap masyarakat.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Vaksin COVID-19, persepsi, ekspektasi, orang tua, anak.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100574</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-15 22:05:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-16 10:03:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>