<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100573">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMADUA, ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahyal Miska</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada remaja putri kebutuhan terhadap zat besi meningkat akibat percepatan pertumbuhan dan hilangnya zat besi setiap bulannya karena menstruasi. Anemia pada remaja putri dapat menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, nyeri kepala, pusing, mengantuk, lemah, kulit pucat, dan lain-lain. Edukasi pencegahan anemia efektif untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri dengan meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap serta praktik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program edukasi pencegahan anemia terhadap pengetahuan, sikap dan praktik pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Samadua, Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok kontrol dan intervensi. Sampel penelitian terdiri 81 responden (kelompok kontrol 40 responden, intervensi 41 responden) dari dua sekolah yang dipilih dengan teknik quota sampling untuk kelompok intervensi dan total sampling untuk kelompok kontrol. Intervensi edukasi pencegahan anemia yang dilakukan terdiri dari empat sesi pertemuan yang dilakukan setiap minggu selama satu bulan dengan durasi 30-40 menit setiap pertemuan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Knowledge, Attitude and Practice (KAP) untuk mengukur pengetahuan, sikap dan praktik remaja putri dalam mencegah anemia dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur riwayat pola makan secara kualitatif. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney U test dan Wilcoxon Signed Rank test. Hasil analisa data menunjukkan bahwa program edukasi pencegahan anemia efektif dalam meningkatkan pengetahuan (p=0.00) dan praktik (p=0.02) terkait anemia. Namun program ini tidak efektif untuk meningkatkan sikap remaja putri terkait pencegahan anemia (p=1.00), hal ini disebabkan oleh remaja putri memiliki sikap yang positif (100%) sebelum dan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program edukasi pencegahan anemia dapat diterapkan oleh perawat dan tenaga kesehatan lain di wilayah kerja Puskesmas Samadua untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik remaja putri terkait pencegahan anemia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ANEMIA - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DISEASE PREVENTION - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.152</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100573</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-15 21:26:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-16 12:36:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>