Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
BIOEKOLOGI DAN PEMANFAATAN MAKROALGA DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH
Pengarang
Firman Rija Arhas - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Saida Rasnovi - 197111131997022002 - Dosen Pembimbing I
Ir. Dahlan - 197610062006041003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1808204010005
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Biologi (S2) / PDDIKTI : 46101
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas MIPA (S2)., 2022
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kawasan pesisir Kabupaten Aceh Selatan terdapat sumber daya makroalga yang memiliki peranan dari sisi ekologi dan ekonomi. Penelitian bioekologi dan pemanfaatan makroalga bertujuan untuk mengkaji kondisi bioekologi makroalga yang meliputi identifikasi dan komposisi spesies, keragaman spesies, kesamaan spesies, pola penyebaran spesies, karakteristik morfologi dan substrat makroalga, menganalisis hubungan antara indikator ekologi makroalga dengan beberapa parameter lingkungan, serta pemanfaatan makroalga oleh masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan adalah kombinasi metode transek garis dengan transek kuadrat untuk kajian bioekologi dan metode pemanfaatan makroalga dengan mengunakan metode PRA (Participatory Rural Appraisal). Penelitian ini dilaksanakan Februari hingga Oktober 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Selatan ditemukan 32 spesies makroalga yang diklasifikasikan ke dalam 3 kelas, 12 ordo, 17 familia, dan 24 genus. Kelas alga hijau (Chlorophyceae) dan alga coklat (Phaeophyceae) terdiri dari 11 spesies dengan persentase 34,4 %, dan kelas alga merah (Rhodophyceaea) terdiri dari 10 spesies dengan persentase 31,2 %. Spesies makroalga yang paling melimpah adalah Amphiroa foliacea sebanyak 379 individu, sedangkan yang paling sedikit Dictyota bartayresiana sebanyak 2 individu. Spesies yang ditemukan kehadirannya pada semua stasiun di kawasan pesisir Kabupaten Aceh Selatan adalah Gelidiella acerosa. Karakteristik morfologi masing-masing spesies makroalga berbeda-beda, bentuk holdfast sesuai dengan kondisi substratnya. Makroalga umumya ditemukan ditemukan pada substrat yang keras (lithofitik). Kondisi bioekologi makroalga pada masing-masing stasiun berada pada kondisi baik dengan dengan indeks keanekaragaman berkisar antara 1,50-2,32 yang dikategorikan sedang, indeks keseragaman berkisar antara 0,72-0,89 yang berada pada kondisi keseragaman populasi yang tinggi (E > 0,6), dan indeks dominansi berkisar antara 0,13-0,30 dengan kategori dominansi rendah. Indeks kesamaan antara masing-masing stasiun berkisar antara 23,08-58,33 yang dikategorikan memiliki kemiripan (50-75%) dan tidak memiliki kesamaan ( 1). Hubungan antara faktor bioekologi (jumlah jenis) dengan faktor lingkungan pada tiap-tiap stasiun berbeda, ada yang berpengaruh dan tidak berpengaruh. Makroalga telah dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir Kabupaten Aceh Selatan secara tradisional, yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti makanan dan obat-obatan.
Kata Kunci: Bioekologi, pemanfaatan, makroalga, pesisir Kabupaten Aceh Selatan
The coastal area of South Aceh Regency contains macroalgae resources that have an ecological and economic role. Bioecological research and use of macroalgae aims to examine the bioecological conditions of macroalgae which include species identification and composition, species diversity, species similarity, species distribution patterns, morphological characteristics and macroalgae substrates, analyze the relationship between macroalgae ecological indicators and several environmental parameters, as well as the use of macroalgae by the community. in the coastal area of South Aceh Regency. The method used is a combination of the line transect method with a quadratic transect for bioecological studies and the macroalgae utilization method using the PRA (Participatory Rural Appraisal) method. This research was conducted from February to October 2021. The results showed that in the coastal area of South Aceh Regency, 32 species of macroalgae were found which were classified into 3 classes, 12 orders, 17 families, and 24 genera. Class of green algae (Chlorophyceae) and brown algae (Phaeophyceae) consisted of 11 species with a percentage of 34.4%, and the class of red algae (Rhodophyceaea) consisted of 10 species with a percentage of 31.2%. The most abundant macroalgae species was Amphiroa foliacea as many as 379 individuals, while the least was Dictyota bartayresiana as many as 2 individuals. The species found in all stations in the coastal area of South Aceh Regency was Gelidiella acerosa. The morphological characteristics of each macroalgae species are different, the holdfast form is in accordance with the substrate conditions. Macroalgae are generally found on hard (lithophytic) substrates. The macroalgae bioecological conditions at each station were in good condition with a diversity index ranging from 1.50-2.32 which was categorized as moderate, the uniformity index ranging from 0.72-0.89 which was in a condition of high population uniformity (E > 0.6), and the dominance index ranged from 0.13 to 0.30 with a low dominance category. The similarity index between each station ranged from 23.08 to 58.33 which was categorized as having similarity (50-75%) and not having similarity ( 1). The relationship between bioecological factors (number of species) and environmental factors at each station is different, there are influential and not influential. Macroalgae has been used by the coastal communities of South Aceh Regency traditionally, which is used for household needs such as food and medicine. Keywords: Bioecology, utilization, macroalgae, coast of South Aceh Regency
STRUKTUR KOMUNITAS DAN PERSENTASE LUAS PENUTUPAN MAKROALGA DI PERAIRAN TELUK KABUPATEN ACEH SELATAN (LINDA FITRIA, 2015)
KEANEKARAGAMAN DAN KARAKTERISTIK HABITAT MAKROALGA DI PERARIRAN LHOKSEUDU KECAMATAN LEUPUNG (NAZIRA MAULIZA. AY, 2018)
STRUKTUR KOMUNITAS ECHINOIDEA DI PERAIRAN KAWASAN PESISIR KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN (SARAYULIS, 2015)
KAJIAN PENINGKATAN AKTIVITAS DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KEUDE BAKONGAN KABUPATEN ACEH SELATAN (FASTABIKUL KHAIRAT, 2022)
IDENTIFIKASI PARASIT PADA IKAN MUNGKUIH (SICYOPTERUS MACROSTETHOLEPIS) DI SUNGAI BALAI SELASA, KECAMATAN RANAH PESISIR, KABUPATEN PESISIR SELATAN, PROVINSI SUMATERA BARAT (ILHAM JULIANDRI, 2020)