Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH UKURAN BUTIRAN PADA BATUAN TERSATURASI OLI TERHADAP CEPAT RAMBAT GELOMBANG AKUSTIK
Pengarang
Afrizal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0008102012713
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2008
Bahasa
Indonesia
No Classification
533.62
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Telah dilakukan penelitian pengaruh ukuran butiran pada batuan tersaturasi oli terhadap cepat rambat gelombang akustik dengan memodelkan baru pasir menjadi batu buatan dengan ukuran butiran 4.6,8.12.14 dan 25 Mesh yang kemudian disaturasi oli dan diukur waktu rambat gelombangnya dengan menggunakan alar sonic delav analvzer. Dari data tersebut diperoleh cepat rambat gelombang P dan gelombang S. sehingga dapat diperkirakan wujud bagian dalam bumi yang terdiri dan padat. cair, dan gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cepat rambat gelombang akustik didalam batu buatan yang tersaturasi oli adalah 1256.410 m/s sampai dengan
1324.324 m/s untuk gelombang P .sedangkan cepat rambat gelombang S 1187,253 m/s sampai dengan 1309.097 m/s.
Kata kunci : saturasi, gelombang P. gelombang S, delay, cepat rambat gelombang.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH VARIASI BUTIRAN PADA BATUAN TERSATURASI AIR TERHADAP RESPONS CEPAT RAMBAT GELOMBANG ELASTIK (Mardhiana, 2022)
ANALISIS RESPONS CEPAT RAMBAT GELOMBANG ELASTIK PADA BATUAN TERSATURASI OLI (Erliana, 2022)
ANALISIS RESPONS CEPAT RAMBAT GELOMBANG ELASTIK PADA BATUAN TERSATURASI AIR (Warniati, 2022)
IDENTIFLKASI JENIS BATUAN BERDASARKAN CEPAT RAMBAT GELOMBANG P DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI DI IE SUEUM KRUENG RAYA ACEH BESAR (Mutia Rinjani, 2022)
IDENTIFIKASI BATUAN BAWAH PERMUKAAN GUNUNG GEURUTEE, ACEH JAYA SEBAGAI KELAYAKAN PEMBANGUNAN TEROWONGAN DENGAN METODE SEISMIK (Ulfa Hariyanti, 2019)