<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100559">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS	TRANSFORMASI SENYAWA OKSIDA FE DAN TI YANG TERDAPAT DALAM PASIR BESI PANTAI  SABANG  DENGAN  MENGGUNAKAN GSAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Destaria Hardita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah  dilakukan  penelitian  terhadap  pasir  besi  dan  daerah  Anoe  ltam Sabang untuk mengetahui  pengaruh variasi suhu sintering   dan waktu penahanan terhadap   transfonnasi  senyawa oksida Fe dan Ti.  Metode yang digunakan  untuk pembuatan sampel adalah dengan proses separasi magnetik, sedangkan penentuan kandungan  mineralnya  dilakukan  dengan  karakterisasi  XRF  dan  XRD.  Fraksi berat dari tiap senyawa yang terkandung dalam sampel tersebut ditenrukan dengan menggunakan  GSAS (General   Structure   Analysis   System).   Hasil pengujian  XRF setelah  separasi  magnetik menunjukkan  bahwa sampel mengandung  unsur-unsur seperti Fe, Si, Ti, Mg, AI, Cl, dan Ca. Unsur dengan kandungan  tinggi adalah Fe dengan   nilai   83,51 %,   Si  dengan   nilai  5,4%,   dan  Ti   dengan   nilai  4.95%. Berdasarkan  hasil pencocokan dengan  menggunakan  pePDF   Win terhadap data hasil pengujian XRD pada sampel tanpa sintering dan dengan sintering pada suhu 800°C selama  2, 4, dan 6 jam  diperoleh  tiga senyawa yaitu  Fe304. FeTi03,  dan Fe203 Sernentara itu pada suhu sintering 900°C dan rcoo-c selama 2,4, dan 6 jam diperoleh   riga   senyawa  juga    yaitu   Fe)04,   Fe2TiOs,  dan   Fe203.   Dengan menggunakan metode GSAS dilakukan perhitungan terhadap konsentrasi masing-&#13;
masing  senyawa  yang  terdapat  di  dalam  sampel  di  atas.  Hasil  perhitungan menunjukkan   bahwa  waktu  sintering  berpengaruh   terhadap   fraksi  berat,  ini ditunjukkan pada suhu 800°C dengan waktu penahanan 2, 4 dan 6 jam fraksi berat dan  senyawa  F-04    mengalami  penurunan  masing-masing  84.534%,  75,514% dan  75,907%  (dalam % berat) dan  senyawa  F~~    mengalami  penurunan juga, yaitu masing-rnasing  15,465%, 16,999% dan 9,1863% (dalam % berat), sementara fraksi berat senyawa FeTi03 mengalami kenaikan yaitu masing-masing 0,36674%,7,4867%  dan  14,907 (dalam % berat). Hal lain yang dihasilkan  adalah semakin meningkatnya   suhu  sintering    maka  FeTi03  bertansfonnasi   menjadi   Fe2TiOs Fraksi berat maksimum senyawa Fe2TiOs diperoleh pada suhu  1000oC  dan waktu sintering   4 jam yaitu sebesar 32,75%.&#13;
&#13;
Kata  kunci  : Pasir  Besi, suhu  sintering,   transformasi   senyawa,   GSAS.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100559</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-15 15:55:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-15 15:55:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>