<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100530">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI SUHU SINTERING, WAKTU PENAHANAN DAN UKURAN  BUTIRAN TERHADAP KEKERASAN DAN WARNA  PASIR  BESI  PANTAI SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2006</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah   dilakukan   penelitian  untuk   mempelajari   &quot;Pengaruh     Variasi  Suhu Sintering,  Waktu  Penahanan   Dan Variasi  Butiran  Terhadap   Kekerasan   Dan Warna  Pada  Pasir   Besi  Pantai   Sabang&quot;.   Suhu  Sintering   divariasikan   dari&#13;
800°C, 900°C dan  1000°C, dengan  waktu   penahanan  2, 4,  dan 6 jam.  Ukuran butiran divariasikan dari 60,  120, dan 200 Mesh. Pengujian kekerasan dilakukan dengan  menggunakan  mikrohardness     vickers,  data  yang  diperoleh  selanjutnya dikonversikan  ke Brinell dengan menggunakan  ASTM E  /-10 -  97, selanjutnya data  tersebut  dikonversikan   lagi  ke  skala  Mohs  dengan  menggunakan  label konversi  Brinell-Mohs.  Pengujian  srfat  optik  dilakukan  dengan  menggunakan mikroskop optik Axiootech?&quot;,    Hasil penelitian menunjukkan Senyawa magnetite (Fe304) yang dominan dimiliki oleh sampel nilai kekerasannya semakin berkurang dengan  bertambahnya  suhu sintering.    misalnya  pada  waktu penahanan  2 jam dengan suhu 800°C kekerasan benilai  114,39 N/mm2, suhu 900°C sebesar 78,7 N/mm2C,   dan pada suhu 1000°C sebesar 60,75    fmm:!. Waktu peoahanan optimal did~patkan pada 4 jam yan.g menunjukkan nilai kekerasan tertinggi pada masing- masing suhu sintering.   yaitu  ; pada suhu   800°C kekerasannya  123,38   N /mm2, suhu  900°C  kekerasannya   121 N/mm2,  dan  pada  suhu  1000°C kekerasannya 119,75 N/mm2.    Kekerasan sampel meningkat dari ukuran butir 60 Mesh ke  120 Mesh, namun dari  120 Mesh ke 200 Mesh kekerasannya konstan. Dari hasil foto mikroskop   optik  terlihat   warna   yang  dominan   diantaranya  hitam yang mengandung  magnetite  (Fe3O4),  merah yang  mengandung  hematite   Fe, 0,),&#13;
coklat  yang  mengandung  Ilmenite  (FeTi03)), putih  yang  mengandung  kuarsa (SiO2).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata  kunci : Pasir  besi, suhu sintering,   waktu penehanan,   kekerasan,   sifat  optik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>IRON - METALLURGY</topic>
 </subject>
 <classification>669.141</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100530</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-15 11:15:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-24 09:33:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>