<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100503">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN ANAK SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYARIFAH RISKIATUL ULYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tugas perkembangan anak sekolah dasar banyak distimulasi dari lingkungan sekolah. Namun demikian, perubahan aktivitas belajar dan sistem pembelajaran di masa Pandemi COVID-19 mungkin dapat mempengaruhi pencapaian tugas perkembangan tersebut sehingga menjadi penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencapaian tugas perkembangan anak sekolah dasar pada masa Pandemi Covid-19 di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional study yang melibatkan 86 orang ibu yang dipilih secara proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dengan kuesioner self report. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas perkembangan anak sekolah dasar memperoleh skor median sebesar 121,50 dengan keterampilan fisik (Me=14,00), sikap sehat (Me=13,00), pergaulan dengan teman sebaya (Me=9,00), peran sosial sesuai jenis kelamin (Me=12,00), keterampilan dasar (Me=18,00), pengembangan konsep sehari-hari (Me=12,50), pengembangan moral (Me=16,00), kemandirian (Me=14,00), serta sikap positif dalam sosial (Me=14,50). Penelitian ini memperlihatkan kondisi yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak termasuk orang tua, guru, perawat komunitas dan perawat anak dalam merancang kegiatan yang dapat meningkatkan tugas perkembangan anak sekolah dasar. Oleh karena itu, diharapkan perawat dapat berkolaborasi dengan pihak sekolah, keluarga, Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Dinas terkait lain dalam memberikan permainan edukasi terutama yang banyak melibatkan teman sebaya dan mengurangi penggunaan gadget.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100503</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-14 17:24:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-15 10:01:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>