<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100494">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENERAPAN LEAN WAREHOUSING UNTUK MEMINIMASI PEMBOROSAN PADA PROSES PERGUDANGAN (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PT M JUSUF &amp; SONS)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Salwa Hanum</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PT M Jusuf &amp; Sons merupakan perusahaan distributor yang mendistribusikan produk bermerk Coca-Cola dan serta produk lainnya dari perusahaan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI). Perusahaan ini memiliki gudang persediaan yang terletak di Banda Aceh. Alur proses pergudangan yang ada di gudang ini terdiri dari pemeriksaan dokumen pemesanan, pengambilan palet, palletizing &amp; sortasi, pekerja membawa barang ke gudang, menyusun barang di palet, pekerja jalan dari palet ke truk, pendataan, pembuatan nota pemesanan, pemeriksaan nota pemesanan, pengambilan palet, order picking, dan proses menyusun pesanan di dalam truk. Dikarenakan lead time proses membutuhkan waktu yang lama, maka dilakukan perampingan pada proses pergudangan menggunakan pendekatan lean warehousing. Tools yang digunakan pada penelitian ini adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk memetakan seluruh proses dan waktu manajemen pergudangan, serta menganalisis aktivitas yang bersifat Value Added (VA), Non Value Added (NVA), dan Necessary Non Value Added (NNVA). Dari hasil Current State Map (CSM), didapatkan total lead time sebesar 554,016 menit, dengan waktu VA sebesar 303,773 menit, dan NVA sebesar 250,243 menit. Selanjutnya dilakukan pembuatan rancangan perbaikan digambarkan pada Future State Map (FSM) berdasarkan pengurangan seven waste. Hasil menunjukkan adanya pengurangan total lead time menjadi 494,666 menit, dengan VA menjadi 303,774 menit, dan NVA menjadi 190,892 menit. Waste yang paling banyak terjadi yaitu waiting dan unnecessary motion. Selanjutnya dilakukan usulan perbaikan berdasarkan VSM, yaitu relayout gudang dari hasil perhitungan ABC analysis dengan penempatan produk berdasarkan kelas A, B, dan C. Hasil produk dengan kelas A tertinggi adalah produk 390 PET X12 SPRITE CLR P5500.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Lean Warehousing, Pergudangan, Value Stream Mapping (VSM), Pemborosan, Seven Waste, ABC Analysis.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100494</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-14 16:24:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-15 09:12:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>