STRATEGI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENGURANGIRNSTEREOTIPE NEGATIF TERHADAP SUKU BATAKRNDI RUSUNAWA KEUDAH, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM MENGURANGIRNSTEREOTIPE NEGATIF TERHADAP SUKU BATAKRNDI RUSUNAWA KEUDAH, BANDA ACEH


Pengarang

Maya Hervia Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010102010060

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Antarbudaya Dalam Mengurangi Stereotipe Negatif Terhadap Suku Batak di Rusunawa Keudah, Banda Aceh”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala yang dialami warga bersuku Batak dalam berkomunikasi di Rusunawa Keudah dan strategi komunikasi antarbudaya yang digunakan oleh warga bersuku Batak dalam mengurangi stereotipe negatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik yang menyarankan bahwa agar terjadi komunikasi yang efektif, maka komunikator harus mampu menyesuaikan diri dan menyusun simbol sesuai dengan simbol yang digunakan komunikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi (pengamatan) nonpartisipan terhadap informan penelitian. Wawancara dilakukan terhadap 13 informan, yang terdiri dari 10 orang informan kunci dan 3 orang informan tambahan. Informan ditentukan dengan menetapkan kriteria tertentu, informan kunci memiliki kriteria merupakan warga Batak yang sudah menetap di Rusunawa Keudah sekurang-kurangnya 6 bulan, sedangkan informan tambahan memiliki kriteria merupakan warga yang bukan keturunan Batak dan telah menetap di Rusunawa Keudah sekurang-kurangnya 6 bulan. Wawancara dan observasi dilakukan di Rusunawa Keudah, tepatnya di rumah hunian masing-masing informan serta lingkungan sekitarnya. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa hampir semua informan kunci mengetahui bagaimana stereotipe negatif yang beredar mengenai suku Batak dan merasa terganggu dengan stereotipe tersebut. Selain stereotipe negatif, kendala yang dialami informan pada saat berkomunikasi dengan warga sekitar terangkum dalam gejala gegar budaya ringan yang mereka alami, yaitu kecemasan, perasaan terisolasi, kendala bahasa yang berbeda dan adanya perbedaan perlakuan antara warga lokal dengan warga pendatang. Untuk mengurangi stereotipe negatif, warga keturunan Batak di Rusunawa Keudah menggunakan strategi komunikasi akomodasi dimana mereka menyesuaikan perilaku verbal dan non verbal lawan bicaranya. Warga Batak mengaku menyesuaikan logat maupun bahasa dari lawan bicaranya pada saat mereka berkomunikasi dengan warga yang berbeda kebudayaan. Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan bersama dengan warga lain saat ada acara-acara yang diadakan masyarakat maupun hanya sekedar berkumpul saat ada waktu luang serta menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat lokal. Hal tersebut mereka lakukan agar mereka dapat berbaur dengan baik sehingga stereotipe negatif terhadap suku Batak lambat laun berkurang.



Kata Kunci : strategi komunikasi antarbudaya, stereotipe negatif, suku Batak.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK