<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100482">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI ASPERGILLUS SP. PADA TRAKEA PUYUH (COTURNIX JAPONICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALI MAYONA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Aspergillosis adalah sekelompok penyakit yang menyerang manusia dan hewan yang disebabkan oleh jamur spesies Aspergillus sp. dan biasanya menyerang saluran pernapasan pada unggas, dengan ditandai terjadinya peradangan pada saluran pernapasan yang disertai dengan nodul- nodul perkejuan bewarna kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi Aspergillus sp. dari trakea puyuh. (Coturnix japonica). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 trakea puyuh yang mengalami gejala klinis Aspergillosis seperti mengantuk, nafsu makan menurun dan berbadan kurus. Isolasi Aspergillus sp. dilakukan dengan menggunakan metode Thompson, yaitu dengan cara trakea akan dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) dan diinkubasikan pada suhu kamar selama 1-2 minggu. Pertumbuhan koloni jamur dilakukan pengamatan morfologinya secara makroskopis yaitu dengan melihat bentuk, warna, permukaan bawah dan tepi koloni sedangkan untuk memastikan koloni Aspergillus sp. maka dilakukan pengamatan secara mikroskopis yaitu dengan melihat pertumbuhan hifa bersepta, konidia, konidiospor dan phialid jamur. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Aspergillus sp. dapat diisolasi sebanyak 4 dari 15 sampel trakea puyuh yang ditanam pada media SDA. Berdasarkan hasil penelitian  dapat disimpulkan bahwa ditemukan 3 spesies jamur Aspergillus sp. yaitu  Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan  Aspergillus fumigatus.&#13;
Kata kunci : Sabouraud Dextrose Agar (SDA)., trakea,  puyuh (Cortunix japonica),  aspergillosis.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100482</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-14 14:30:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-14 15:47:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>