<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100455">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RITUAL SEUMEULEUNG DI GAMPONG GLEE JONG ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SIRAJUL MUNIR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Imu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Ritual Seumeuleung merupakan adat dan tradisi yang dilakukan setiap tahun untuk mengenang jasa Poe Teumeureuhoem. Penjagaan terhadap nilai tradisi seumeuleung yang dilakukan di Gampong Glee Jong ini supaya selalu bertahan sampai saat ini di tengah pergaulan dalam masyarakat Glee Jong yang multikultur dan akulturasi budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat persepsi masyarakat terhadap tradisi seumeuleug dan interaksi sosial masyarakat dalam mengunakan simbol-simbol dan pemaknaan dalam tradisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Hasil penelitian yang ditemukan terkait pengunaan simbol dan makna dalam tradisi Seuemeuleung itu terbentuk melalu tindakan yang berhubungan dengan adat dan tradisi yang menjelaskan masyarakat terlibat langsung dalam proses tradisi seumeuleung. Simbol ini kemudian digunakan untuk bergerak bersama-sama untuk menjaga tradisi seumeuleung dan juga melestarikannya. Tradisi Seumeleung masih bertahan sampai saat ini di Desa Glee Jong tidak terlepas dari pemaknaan dan simbol terhadap tradisi tersebut. Melalui mind (Pikiran) mereka masih mengganggap atau memaknai tradisi Seumeuleung ini sebagai bagian dari kewajiban yang harus dijalani dan menganggap tradisi ini sebagai suatu berkah bagi masyarakat Desa Glee Jong. Kemudian dalam aspek Self (Diri) masyarakat sudah mulai merefleksikan makna tersebut dalam suatu tindakan. Tindakan yang dilakukan ialah pembentukan regulasi yang berlangsung beberapa hari sebelum dimulai nya tradisi melalui regulasi pembentukan panitia. Terkait aspek Society (sosial) tradisi ini masih bertahan di Desa Glee Jong tidak terlepas dari peran masyarakat untuk sama – sama mempertahankan tradisi ini. Society ini terbentuk karena adanya kesamaan antara mind dan self di masyarakat Desa Gle Jong.&#13;
Kata Kunci : Persepsi, Tradisi, Makna, Simbolik,  Seumeuleung.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100455</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-14 08:50:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-14 11:10:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>