<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100412">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KADAR SITRAT DALAM URIN TERHADAP TERJADINYA BATU SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Teuku Zulbahraini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sitrat dalam urin memiliki efek langsung dalam menghambat pengendapan kalsium fosfat. Mekanisme tersebut dipercaya memiliki peran penting dalam mencegah terbentuknya batu saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan sitrat dalam urin terhadap kejadian batu saluran kemih di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.&#13;
	Metode Penelitian ini merupakan studi komparatif numerik tidak berpasangan dengan desain kasus kontrol (case control). Pengambilan data dilakukan selama bulan September 2021 hingga Desember 2021 di ruang rawat inap Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sampel penelitian dibagi mejadi 2 kelompok: kelompok kontrol tanpa batu saluran kemih dan kelompok kasus dengan batu saluran kemih. Pemeriksaan kadar sitrat urin dilakukan secara enzimatik.  Data yang diperoleh diolah menggunakan uji statistik Mann-Whitney, dan T-test tidak berpasangan untuk menilai hubungan kadar sitrat urin dengan terbentuknya batu saluran kemih.&#13;
	Hasil penelitian Sebanyak 48 pasien (24 pasien kelompok kasus dengan batu saluran kemih dan 24 pasien kelompok control tanpa batu saluran kemih) terlibat dalam penelitian. Terdapat perbedaan rerata kadar sitrat urin yang signifikan antara kelompok dengan batu saluran kemih dan kelompok tanpa batu saluran kemih dengan nilai signifikansi p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>UROLOGIC DISEASES - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>URINARY DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>616.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100412</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 11:22:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-14 16:08:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>