<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100407">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PLASMA KAYA TROMBOSIT TERHADAP PENYEMBUHAN RUPTUR PARTIAL TENDON ACHILLES SECARA HISTOPATOLOGIRNPADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>dr. Rendi Thantawi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Terapi plasma kaya trombosit (PKT) telah menjadi pengobatan yang semakin populer saat ini terkait cedera tendon. Namun mekanisme kerja PKT pada proses penyembuhan ruptur tendon masih kurang dipahami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologis jaringan tendon pada proses penyembuhan ruptur partial tendon achilles tikus putih (Rattus novorgicus) yang diberi dengan tidak diberi PKT.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Post Test-Only Control Group Design, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Peneliti menggunakan 30 ekor tikus putih jantan, berumur 3-4 bulan dengan berat badan 250-300 gr dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok tanpa diberi PKT (kelompok kontrol) dan kelompok yang diberi PKT (kelompok perlakuan). Ruptur partial tendon dibuat di sepertiga tengah tendon Achilles kanan dan PKT diberikan di lokasi ruptur. Jumlah hewan yang sama dari kedua kelompok dikorbankan pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21. Jaringan tendon Achilles diambil untuk pemeriksaan histopatologis dengan pewarnaan HE. Evaluasi histopatologis dilakukan sesuai dengan skor Bonar. Variabel yang termasuk dalam sistem penilaian ini adalah morfologi sel, substansi dasar, susunan kolagen, dan vaskularisasi, dengan nilai yang lebih tinggi menunjukkan struktur tendon yang lebih buruk.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan skor Bonar pada kelompok PKT secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berkenaan dengan variabel dalam skor Bonar, skor vaskularisasi secara signifikan lebih tinggi pada kelompok PKT pada hari ke-7 dan ke-14, sedangkan skor susunan kolagen secara signifikan lebih rendah pada kelompok PKT pada hari ke-21.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian PKT secara lokal dapat meningkatkan proses penyembuhan ruptur partial tendon Achilles secara langsung melalui perubahan histopatologi sel tenosit, substansi dasar, kepadatan kolagen dan vaskularisasi pada tikus putih (Rattus novergicus).&#13;
Kata kunci: Plasma kaya trombosit (PKT), Penyembuhan jaringan, ruptur tendon Achilles</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100407</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 11:07:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 12:14:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>