<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100404">
 <titleInfo>
  <title>.RNHUBUNGAN TEMPERATUR PEMBAKARAN DENGAN KUALITAS PRODUK GERABAH   PADA  INDUSTRI KERAMIK	TRADISIONAL  DI GAMPONG  ATEUK  JAWO, BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Rahmawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gampong   Ateuk   Jawo,   Banda   Aceh   sudah   terkenal   sebagai   tempat   produksi keramik   tradisional   dengan  cara  yang  diwariskan   secara   turun  temurun,   tetapi hingga   saat   ini  belum   ada  penelitian   secara   sistematis   terhadap   kualitas   dan karateristik   fisis  produksi.  Karena  itu penelitian  ini dilakukan  untuk  mempelajari karakteristik   keramik  tradisional  yang dihasilkan  di Gampong  Ateuk  Jawo,  Banda Aceh.  Sampel  keramik  dibakar  pada  ternperatur  yang  tcrkontrol  di  laboratorium dan  bervariasi   mulai  dari  500°C  hingga   10000C  dcngan   kenaikan   sctiap  50°C dengan  waktu  tahan  dua jam.   Bahan  baku yang digunakan  merupakan  tanah dari Gampong   Ateuk  Jawo  Banda   Aceh.  Untuk  pengalusan   bahan  baku  digunakan ayakan  yang    berukuran   40  Mesh.  Sifat  fisis yang  dipelajari   adalah  warna  hasil pembakaran,    tekstur    permukaan,    kuat   tekan   dan   porositas    kerarnik.    Proses pembuatan   dilakukan   dalam   beberapa   tahap   yaitu:   penghalusan,    pengayakan, percampuran,   pencetakan,   pengeringan.   dan  pembakaran   dalarn  furnace.  Warna dan   tckstur    permukaan    kerarnik   di  arnati   secara    visual   dan   menggunakan mikroskop.     Hasil    penelitian    menunjukkan     bahwa    warna    kerarnik    setelah pembakaran   berubah  dari warna  dasar abu-abu  menjadi  merah bata karena  seiring meningkatnya    temperatur.   Warna  ini  dipengaruhi   oleh  tingkat  oksidasi   selama pembakaran,   Untuk  tanah dengan  ukuran  partikel  yang  aeak  dan  ukuran  partikel yang  homogen  (Iolos ayakan  40 Mesh)  memiliki  kekuatan  yang sarna yaitu  untuk ternperatur   500°C  dcngan  kekuatan  tekan  (985,12  Pa), temperatur   550°C  dengan kekuatan  tekan  (1256,61  Pa)  dan  temperatur  600°C  kuat  tekannya  (1333,55   Pa). Hasil  pengamatan   juga   memperlihatkan    bahwa  semakin  tinggi  temperatur   yang diberikan    maka   porositasnya    semakin    kecil.   Bentuk   permukaan    yang   baik diperoleh  dari  sam pel yang  ukuran  partikel  homogen,  yaitu  memiliki  permukaan yang rata dan mengkilap.&#13;
&#13;
Kata kunci  :  temperatur,  kuat tekan. porositas  keramik.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100404</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 10:31:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 10:31:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>