<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100402">
 <titleInfo>
  <title>KADAR ENZIM SGOT DAN SGPT SELAMA KESEMBUHAN DEFEK HUMERUS KELINCI YANG DIIMPLAN DENGAN HIDROKSIAPATIT DAN PLASMA KAYA TROMBOSIT (PKT)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WANDA FERDIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
	Perubahan kadar enzim serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) serta serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) ialah salah satu indikator adanya gangguan pada hati. Penelitian ini bertujuan melihat perubahan kadar enzim SGOT serta SGPT selama kesembuhan defek humerus kelinci yang diimplan dengan hidroksiapatit (HAp) dan plasma kaya trombosit (PKT). Penelitian ini menggunakan enam ekor kelinci jantan dengan bobot badan 1,5-2 kg serta usia 8-9 bulan yang terbagi ke dalam 2 kelompok perlakuan. Kelompok I (K-I): hidroksiapatit (HAp) dan Kelompok II (K-II): penambahan plasma kaya trombosit (PKT) dan hidroksiapatit (HAp). Pengambilan darah melalui vena auricularis dilakukan pada hari ke 0 sebelum perlakuan, 15, 30, 60, dan 90 setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kadar enzim SGOT dan SGPT mengalami fluktuasi setelah perlakuan dengan perbedaan tidak signifikan (P&gt;0,05) diantara kelompok perlakuan dan waktu pengamatan. Perubahan kadar enzim SGOT dan SGPT terjadi pada beberapa hari di pengamatan pertama yang mengalami peningkatan dan kembali menurun pada beberapa hari terakhir pengamatan yang masih dalam kisaran normal, sehingga penerapan hidroksiapatit (HAp) serta penambahan plasma kaya trombosit (PKT) memiliki potensi sebagai salah satu alternatif dalam bidang medis khususnya untuk subtitusi tulang (bone graft).&#13;
&#13;
Kata Kunci : SGOT, SGPT, hidroksiapatit (HAp), plasma kaya trombosit (PKT)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100402</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 10:09:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 12:06:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>