<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100388">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PENGALOKASIAN DANA OTONOMI KHUSUS TERHADAP PEMBANGUNAN DI ACEH (STUDI KASUS MASA PEMERINTAHAN IRWANDI YUSUF-NOVA IRIANSYAH 2017-2022)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FARAH FADHILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh sebagai daerah desentralisasi asimetris mempunyai kekhususan dan keistimewaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri, salah satunya dengan dana otonomi khusus. Dana otonomi khusus Aceh sudah diberikan selama 15 tahun, namun dampak dari dana otonomi khusus ini belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Aceh sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 (UUPA). Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengalokasian dana otonomi khusus Aceh terhadap pembangunan di Aceh pada masa Pemerintahan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah tahun 2017-2022. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji terkait alokasi dana otonomi khusus terhadap pembangunan di bidang pengentasan kemiskinan, pendanaan pendidikan, dan pendanaan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori desentralisasi, manajemen kebijakan publik, dan konsep efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa pemerintahan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, pengalokasian dana otonomi khusus Aceh belum efektif terhadap pembangunan Aceh, khususnya pada bidang pengentasan kemiskinan, pendanaan pendidikan, dan pendanaan kesehatan. Hal ini disebabkan karena manajemen kebijakan pengalokasian dana otonomi khusus yang belum optimal, khususnya terkait perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan, sehingga pengalokasian dana otonomi khusus belum tepat sasaran. Manajemen kebijakan pengalokasian dana otonomi yang belum optimal menyebabkan pengalokasian dana yang tidak efektif karena menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembangunan yang hendak dicapai. Untuk itu, diharapkan Pemerintah Aceh dan seluruh stakeholder dapat meningkatkan tata kelola pengalokasian dana otonomi Aceh sehinga diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih maksimal terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh. &#13;
Kata Kunci: 	Dana Otonomi Khusus Aceh, Pembangunan, Kemiskinan, Pendidikan, Kesehatan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100388</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-10 19:15:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-13 09:55:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>