IDENTIFIKASI MINERAL DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSIDA PADA BATUAN DOLOMIT DI KAWASAN ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI MINERAL DAN KARAKTERISASI SENYAWA OKSIDA PADA BATUAN DOLOMIT DI KAWASAN ACEH TAMIANG


Pengarang

Nirmala Sari - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0908102010007

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam., 2013

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mineral yang berbasis karbonat terutama dolomit, tennasuk salah satu mineral yang sangat melimpah di Indonesia. Khususnya di Propinsi Aceh mineral dolomit deposit terbesar terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang yakni sekitar 1,9 milyar ton. Sayangnya, pemanfaatannya dalam bidang industri belum terlalu luas dan terbatas. Dimana selama ini banya digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk. Padahal mineral ini dapat diolah menjadi kalsium dan magnesium oksida melalui proses kalsinasi dan mempunyai bidang aplikasi yang sangat luas dengan nilai jual yang lebih tinggi. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang optimal maka perlu dilakukan identifikasi mineral dan karakteristik proses kalsinasi dolomit tersebut, terutama pengaruh temperatur terhadap pembentukan senyawa oksida. Dilakukan kajian awal dengan menggunakan XRF dimana dolomit daerah Kampung Selamat, Kecamatan Tenggulun diketahui senyawa penyusun dari mineral dolomit yang konsentrasinya paling tinggi adalah CaO (61,20%) diikuti senyawa MgO (25,28%). Kemudian, hasil pengujian dengan XRD diketahui bahwa fasa utama yang te rda pat pada mineral dolomit adalah CaMg(C03)2. Setelah dilakukan kalsinasi pada temperatur 700°C dengan waktu penahanan selarna 6 jam diperoleh informasi telab terjadi pembentukan senyawa oksida CaC03 dan MgO. Adapun pada temperatur 900°C dengan waktu penahanan selama 6 jam, sebagian besar CaC03 terdekomposisi menjadi CaO. Selanjumya. dari pengamatan SEM ditunjukkan bahwa mineral dolomit memiliki susunan partikel yang terdistribusi secara homogen serta terjadi penggumpalan (agglomerate) pada partikel ketika dikalsinasi.

Kata Kunci : Dolomit, Kalsinasi, Temperatur. XRO, XRF, SEM


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK