PENGARUH EL NINO DI SAMUDERA PASIFIK TERHADAP SIRKULASI ARUS BAROKLINIK RNDI PERAIRAN INDONESIA BAGIAN TIMUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH EL NINO DI SAMUDERA PASIFIK TERHADAP SIRKULASI ARUS BAROKLINIK RNDI PERAIRAN INDONESIA BAGIAN TIMUR


Pengarang

Lady Perucha Andrian - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0608105010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Simulasi menggunakan model Hamburg Shelf Ocean Model (HAMSOM). Outputnya berupa model arus dan temperatur laut lapisan pertama (0-10 m) dan lapisan ke-enam (100-200m) pada tahun normal dan tahun dimana terjadi fenomena El Nino dan La Nina . Tahun-tahun tersebut dipilih berdasarkan tabel lndek Osilasi Selatan (Southern Oscillation Index/SOI). Menggunakan data sekunder tujuh parameter meteorologi tahun 1993-2000 dari NationaJ Centers for environmental Prediction (NCEP), data temperatur dan salinitas air taut (Levitus dan Boyer, 1994). Hasil menunjukkan bahwa arus di Perairan Indonesia bagian timur secara umum bergera.k dari Samudera Pasifik menyebar ke Laut Maluku, Laut Banda, dan Sulawesi. Arus bergerak dari Samudera Pasifik menuju ke Selat Makassar, selanjutnya ke Laut Jaws. Di sekitar Laut Arafuru dan Samudera Hindia, arus bergerak ke Laut Timor menuju Australia. Arus pada tahun EI Nino (Agustus, 1997) bergerak lebih kuat dibandingkan dengan arus pada tahun normal (Agustus, 1995). Arus pada tahun La Nina (Agustus, 1998) bergerak lebih kuat dibandingkan dengan arus pada tahun normal (Agustus, 1995). Temperatur permukaan laut (SPL) lapisan pertama di Perairan Indonesia bagian timur berkisar 28-31°C selama tahun normal (Agustus 1995), tahun EI Nino (Agustus 1997) dan tahun La Nina (Agustus 1998). SPL pada tahun normal (Agustus 1995) lebih tinggi dibandingkan tahun El Nino (Agustus, 1997). SPL pada tahun La Nina (Agustus 1998) Lebih tinggi dibandingkan pada tahun normal (Agustus 1995). Temperatur air taut pada lapisan ke-enam bernilai kurang dari 28°C pada tabun normal (Agustus, 1995), tahun El Nino (A gustus, 1997) dan tabun La Nina (Agustus, 1998) .

Kata Kunci : HAMSOM, NCEP, Perairan Indonesia, lOS




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK