<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100357">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS PADA SALIVA KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS DOMESTICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Poppy Riska Aulia Nanda Ibrahim</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemeliharaan kucing sebagai hewan kesayangan perlu mendapat perhatian lebih terutama terhadap status kesehatannya. Rongga mulut sebagai salah satu jalur infeksi bakteri memiliki kondisi baik untuk mendukung perkembangbiakan bakteri seperti Enterococcus faecalis yang dapat menimbulkan morbiditas pada kucing. Tujuan penelitian ini untuk melakukan isolasi dan identifikasi keberadaan bakteri E. faecalis pada saliva kucing domestik. Penelitian ini menggunakan metode non-probability dengan teknik purposive sampling, yang diawali dengan mengambil swab saliva dari lima ekor kucing lalu dimasukkan ke NB sebagai media enrichment, selanjutnya dilakukan penanaman dengan teknik T-Streaking pada media selektif BEAA dan kemudian diinkubasi selama 48 jam dalam kondisi anaerob. Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan morfologi koloni bakteri berbentuk bulat, dengan permukaan halus, tidak mengkilat, tepi timbul, berelevasi cembung, tidak tembus cahaya, dan berwarna krem gelap. Setelah proses pewarnaan Gram, secara mikroskopis bakteri tampak berbentuk kokus, membentuk rantai pendek, dan berwarna ungu. Hasil uji biokimia berupa uji katalase menunjukkan reaksi negatif, sedangkan uji fermentasi gula-gula menunjukkan reaksi positif sebagai reaksi spesifik yang menunjukkan keberadaan bakteri E. faecalis. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bakteri E. faecalis dapat ditemukan pada saliva kucing domestik betina yang sehat secara klinis, dan dipelihara di dalam rumah.&#13;
&#13;
Kata kunci: Felis catus domesticus, saliva, bakteri Enterococcus faecalis</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100357</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-10 12:21:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-10 14:44:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>