<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100328">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN YANG MENJALANI PERSALINAN PERVAGINAM DI KLINIK BIDAN BARIRAH TAKENGON TAHUN 2019</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LILY REZKY MONETA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ruptur perineum adalah robekan pada jaringan yang terletak antara vulva dan anus yang dapat terjadi saat persalinan. Ruptur perineum merupakan penyebab perdarahan terbanyak setelah atonia uteri dimana pendarahan pasca salin merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Diketahui bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya ruptur perineum seperti paritas, umur, berat bayi lahir, penggunaan instrumen, dan lingkar kepala bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan kejadian ruptur perineum di klinik Bidan Barirah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Deskriptif Retrospektif dengan melakukan penelusuran catatan rekam medis ibu yang bersalin. Sampel penelitian ini dilakukan dengan tehnik total sampling yaitu merekrut semua ibu hamil yang mengalami ruptur perineum ditahun 2019 yang memehuni kriteria inklusi dan eksklusi yang berjumlah 166 orang. Adapun beberapa cara pengambilan data pada penelitian ini melalui tahap pemeriksaan data, pemberian kode, pemasukan data, dan penyusunan data. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menjelaskan dan mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian dalam bentuk distribusi frekuensi dan proporsi dari variabel yang diteliti. Hasil penelitian kejadian ibu hamil dengan ruptur perineum ditemukan paling banyak pada grade 1 dengan jumlah 139 responden (83,73%). Berdasarkan karakteristik ibu menurut umur antara 20 – 30 tahun sebanyak 96 responden (57,83%), paritas responden terbanyak ada pada multipara dengan 106 responden (63,85%), dan dari segi jarak kelahiran mayoritas yang terjadi pada ibu dengan jarak kelahiran bayinya &gt; 2 tahun berjumlah 87 responden (52,40%). Kemudian berdasarkan karakteristik janin mayoritas terjadi pada bayi dengan berat badan bayi menunjukkan mayoritas &gt; 3500gram sejumlah 86 responden (51,80%), ditinjau dari lingkar kepala bayi &lt; 34 cm sebanyak 132 orang (79,51%). Kesimpulan perlunya mempertimbangkan karakteristik ibu menjadi salah satu faktor ruptur perineum sehingga perlu dilakukan pemeriksaan anamnesis sebelum tindakan lahir untuk mengantipasi robekan perineum.&#13;
&#13;
  Kata Kunci : Ibu hamil, ruptur perineum, karakteristik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100328</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-09 15:32:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-09 15:58:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>