Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PARAMETER HIDROLOGIS UNTUK PENGELOLAAN DAS PADA SUB DAS KRUENG ACEH HILIR
Pengarang
Sukmawati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0051611833
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007
Bahasa
Indonesia
No Classification
551.48
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai salah satu sumberdaya alam tidak terlepas dari dilema kerawanan dan kerusakan, yang ditimbulkan oleh kegiatan manusia. Pemanfaatan DAS untuk berbagai peruntukan seperti untuk lahan pertanian, perkebunan, perikanan, pemukiman, irigasi dan eksploitasi hasil hutan terjadi hampir di seluruh DAS lndonesia. Sebagian dari pemanfaatan tersebut tidak bijaksana sehingga menimbulkan kerusakan dimana-mana. Terlepas dari curah hujan yang tinggi, terjadinya banj ir dan erosi akibat rusaknya fungsi hidrologis DAS, yang menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan yang tak temilai, berhubungan berat dengan pengeloJaan dan kondisi DAS yang ada serta penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu sudah saatnya dilakukan pengelolaan terhadap suatu DAS.
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis parameter hidrologi sebagai acuan untuk pengelolaan Sub DAS Krueng Aceh Hilir.
Fluktuasi nisbah debit sungai maksimum terhadap debit sungai minimum di Sub DAS Krueng Aceh Hilir dari tahun 1998 sampai tahun 2001 mengalami kondisi yang tidak stabil. Pada tahun 1998 terjadi nilai fluktuasi debit terkecil yaitu 1, 160 pada Krueng Keumireu tepatnya bulan September. Yang terbesar yaitu 11, 63 pada Krueng jreu tepatnya bulan Maret. Untuk tahun 1999 fluktuasi terendah yaitu 1,22 pada Krueng Keumireu tepatnya bulan Juli, sedangkan terbesar 10,341 pada Krueng Keumireu yaitu bulan Oktober.
Fluktuasi nisbah debit sungai yang tidak stabil menandakan kondisi DAS memburuk. Hal itu dikarenakan pengaruh pengelolaan yang dilakukan terhadap daerah aliran. Jika pengelolaannya baik maka kontinuitas aliran sub DAS mernbaik, dapat ditandai dengan berkurangnya banjir di musim hujan, dan aliran sungai pun tetap ada dan bertambah pada musim kemarau.
Jumlah total erosi yang terjadi di wilayah Sub DAS Krueng Aceh Hilir diduga sebesar 30,331.92 ton/ha/tahun dengan rata-rata 0,568 ton/ha/tahun persatuan luas lahan.
Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dengan kelas "sangat berat terjadi di tiga kecamatan, yaitu: Banda Raya, Jaya Baru dan Suka Makmur. Sedangkan untuk tingkat "berat", terjadi di 4(empat) kecamatan yaitu: Banda Rays, Darul Imarah, Montasik dan Ulee Kareng. Untuk kelas "sangat ringan" sampai dengan "sedang" yang artinya, keseluruhan Sub DAS Krueng Aceh Hilir masih dapat ditoleril untuk ancaman bahaya erosi, hanya pada tempat-tempat tertentu dengan luasan kecil yang perlu penanganan lebih serius. Untuk kelas "sedans" hanya 9,07 % dari luas sub DAS.
Semakin besar nilai konsentrasi sedimen suatu DAS akan semakin besar debit sedimen yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya. Sub DAS Krueng Aceh Hilir mengalami ketidakstabilan kadar sedimen, hal ini dipengaruhi oleh curah bujan yang turun pada lokasi DAS tersebut, dimana dengan tingginya tiugkat sedimen suatu DAS menandakan kualitas airnya menurun,
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PARAMETER HIDROLOGIS UNTUK PENGELOLAAN DAS PADA SUB DAS KRUENG ACEH HILIR (Sukmawati, 2022)
ANALISIS POLA ALIRAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG LANGSA MENGGUNAKAN DATA DIGITAL ELEVATION MODEL (YORISSA PUTRI SUPARDI, 2025)
ANALISA SPASIAL DAN TEMPORAL KUALITAS AIR KRUENG TAMLANG BERDASARKAN PARAMETER FISIKA (Nailul Izzati, 2022)
ANALISIS SPASLAL KUALITAS AIR SUNGAI BERDASARKAN PARAMETER FISIK DI SEPANJANG KRUENGDAROYRNBANDA ACEH (Mulyani, 2022)
IDENTIFIKASI POLA ALIRAN DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH BERDASARKAN DATA DIGITAL ELEVATION MODEL MENGGUNAKAN SPATIAL ANALYST HYDROLOGY (SITI AISYAH, 2025)