<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100327">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS  PARAMETER  HIDROLOGIS UNTUK PENGELOLAAN	DAS	PADA SUB DAS KRUENG ACEH HILIR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sukmawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai salah satu sumberdaya alam tidak terlepas dari  dilema   kerawanan   dan  kerusakan,   yang  ditimbulkan   oleh  kegiatan  manusia. Pemanfaatan   DAS    untuk   berbagai    peruntukan    seperti    untuk   lahan   pertanian, perkebunan, perikanan, pemukiman, irigasi dan eksploitasi hasil hutan terjadi hampir di seluruh  DAS lndonesia.  Sebagian  dari pemanfaatan  tersebut  tidak bijaksana  sehingga menimbulkan kerusakan dimana-mana. Terlepas dari curah hujan yang tinggi, terjadinya banj ir dan  erosi  akibat  rusaknya  fungsi  hidrologis  DAS,  yang  menimbulkan  korban jiwa,  kerugian  harta  benda dan kerusakan  lingkungan  yang  tak temilai,  berhubungan berat dengan pengeloJaan dan kondisi DAS yang ada serta penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan  kemampuannya.  Oleh karena  itu sudah  saatnya dilakukan  pengelolaan terhadap suatu DAS.&#13;
         Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis parameter hidrologi sebagai acuan untuk pengelolaan Sub DAS Krueng Aceh Hilir.&#13;
         Fluktuasi nisbah debit sungai maksimum terhadap debit sungai minimum di Sub DAS Krueng Aceh Hilir dari tahun  1998 sampai tahun 2001 mengalami kondisi yang tidak stabil.  Pada  tahun  1998 terjadi  nilai  fluktuasi  debit  terkecil  yaitu  1,  160 pada Krueng Keumireu tepatnya  bulan September. Yang terbesar yaitu  11, 63 pada Krueng jreu tepatnya bulan Maret. Untuk tahun 1999 fluktuasi terendah yaitu 1,22 pada Krueng Keumireu tepatnya  bulan Juli, sedangkan terbesar  10,341 pada Krueng Keumireu yaitu bulan Oktober.&#13;
         Fluktuasi   nisbah  debit  sungai  yang  tidak  stabil  menandakan   kondisi  DAS memburuk. Hal itu dikarenakan pengaruh pengelolaan yang dilakukan terhadap daerah aliran.  Jika pengelolaannya  baik  maka  kontinuitas  aliran  sub  DAS  mernbaik,  dapat ditandai dengan berkurangnya  banjir di musim hujan, dan aliran sungai pun tetap  ada dan bertambah pada musim kemarau.&#13;
         Jumlah total erosi yang terjadi di wilayah  Sub DAS Krueng Aceh Hilir diduga sebesar 30,331.92  ton/ha/tahun   dengan  rata-rata  0,568  ton/ha/tahun  persatuan   luas lahan.&#13;
         Tingkat   Bahaya   Erosi   (TBE)   dengan   kelas   &quot;sangat   berat   terjadi   di  tiga kecamatan, yaitu: Banda Raya, Jaya Baru dan Suka Makmur. Sedangkan untuk tingkat &quot;berat&quot;, terjadi di 4(empat) kecamatan yaitu: Banda Rays, Darul Imarah,  Montasik dan Ulee  Kareng.  Untuk  kelas  &quot;sangat  ringan&quot;  sampai  dengan  &quot;sedang&quot;  yang  artinya, keseluruhan Sub DAS Krueng Aceh Hilir masih dapat ditoleril untuk ancaman  bahaya erosi, hanya pada tempat-tempat  tertentu dengan  luasan  kecil yang perlu penanganan lebih serius. Untuk kelas &quot;sedans&quot;  hanya 9,07 % dari luas sub DAS.&#13;
         Semakin  besar nilai konsentrasi  sedimen  suatu DAS akan semakin  besar debit sedimen     yang  dihasilkan,  begitu  juga   sebaliknya.   Sub  DAS  Krueng  Aceh  Hilir mengalami  ketidakstabilan  kadar sedimen,  hal ini dipengaruhi  oleh curah  bujan yang turun pada lokasi DAS tersebut,  dimana dengan tingginya tiugkat  sedimen suatu DAS menandakan kualitas airnya menurun,&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HYDROLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>551.48</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-09 15:26:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-10 10:11:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>