<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100318">
 <titleInfo>
  <title>SIMULASI FAKTOR KECEPATAN ANGIN TERHADAP KECEPATAN JATUH BUTIRAN	HUJAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sefri Ayuliana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gerak  jatuh   butiran  air  hujan  dipengaruhi   oleh  beberapa   faktor,  salah  satunya adalah  kecepatan   angin  saat  hujan  berlangsung.   Penelitian   ini  bertujuan   untuk mengetahui  pengaruh  kecepatan  angin pada kecepatan  jatuh  butiran  hujan  melalui simulasi   matematis   menggunakan    bahasa   Fortran   dan   Matlab.   Butiran   hujan sampai  ke permukaan   burni  dengan  kecepatan   terminal  yang  sangat  bergantung pada   ukuran   butiran   hujan.   Gerak  jatuh   butiran   hujan   dapat   ditentukan   dari persamaan   resultan   gaya   (hukum   II  Newton).    Untuk   menentukan    persamaan kecepatan   dan  posisi  butiran  tiap  waktu.  dilakukan  iterasi  pada  koefisien   yang terdapat  pada persamaan  untuk disesuaikan  dengan  model  kecepatan jatuh  butiran hujan yang dikembangkan   Boxel (1997).  Pada penelitian  ini digunakan  persarnaan yang sesuai  untuk  butiran  yang relatif  keeil maupun  yang relatif  besar. Nilai  yang dihasilkan   persamaan  untuk  butiran  yang  besar  sesuai  dengan  hasil  eksperimen yang telah dilakukan  sebelumnya.  Adanya  angin  menyebabkan  kecepatan  terminal    butiran  hujan  bertambah   besar.  demikian   pula  energi  kinetiknya.   Pada  keadaan tersebut,  butiran  hujan  jatuh   dengan  sudut  inklinasi   tertentu.   Semakin   kencang angin,   semakin    besar   sudut   inklinasi   dan   energi   kinetik   butiran   hujan   saat menumbuk   permukaan   tanah,  sehingga   meningkatkan    resiko  erosi  tanah yang mengalami   ketidakstabilan   tanah.  Melalui  penelitian   ini.  dapat  dikaji  kecepatan dan arah butiran  hujan saat menumbuk  tanah sehingga  dapat  dikembangkan   untuk mengurangi  resiko tanah longsor di kawasan  yang berisiko  tinggi.&#13;
&#13;
Kata kunci   :   butiran hujan, kecepatan  terminal, sudut inklinasi&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RAINFALL</topic>
 </subject>
 <classification>551.577</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100318</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-09 12:23:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-09 15:16:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>