PERUBAHAN MAKNA MAHAR (JEULAMEE) PADA RNMASYARAKAT ACEH RN(STUDI KASUS DI KECAMATAN SEUNAGAN, KABUPATEN NAGAN RAYA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERUBAHAN MAKNA MAHAR (JEULAMEE) PADA RNMASYARAKAT ACEH RN(STUDI KASUS DI KECAMATAN SEUNAGAN, KABUPATEN NAGAN RAYA)


Pengarang

Marlina Afrian Dewi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010101020007

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

392.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Aceh merupakan salah satu suku yang ada Indonesia yang bertindak sebagai
penganut agama Islam. Adat perkawinan di Aceh harus melalui tahap pemberian
mahar. Mahar merupakan pemberian wajib yang berupa emas atau barang dari
mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan sebagai syarat sahnya suatu
pernikahan. Mahar dinisbatkan pada emas yang diukur dalam satuan mayam. Satu
mayam emas setara dengan 3,3 gram emas. Pemberian jeulamee harus melalui
keluarga antara keluarga pihak mempelai laki-laki dan pihak mempelai wanita.
Namun sekarang, makna mahar sering salah di tafsirkan oleh sebagian
masyarakat. oleh karena itu peneliti menarik untuk melakukan Penelitian yang
berjudul “ Perubahan Makna Mahar (Jeulamee) pada Masyarakat Aceh (Studi
kasus di Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya)”. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui makna mahar pada masyarakat Seunagan dan mengetahui
faktor-faktor perubahan makna mahar tersebut. Metodologi dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus, untuk
pengumpulan data yang dibutuhkan adalah proses wawancara mendalam dan
observasi. Teori yang digunakan adalah perspektif simbolik yang dikembangkan
oleh Herbert Blumer dan teori perubahan sosial yang dikembangkan oleh Herbert
Spencer. Dari hasil penelitian menunjukkan mahar di Kecamatan Seunagan sangat
ternilai harganya, dan secara sosial mahar sering salah di maknai oleh sebagian
masyarakat Seunagan, menurut pandangan masyarakat, mahar adalah suatu harga
diri yang dimiliki oleh seorang wanita, dan ada kebanggaan tersendiri bagi orang
tua jika putri nya di lamar dengan jumlah mahar yang tinggi. Pihak orang tua rela
banting tulang dalam membiayai anaknya di universitas dengan tujuan agar di
hargai oleh masyarakat. Faktor terjadinya perubahan makna mahar di sebabkan
oleh adanya perubahan zaman, yang mendorong masyarakat untuk berfikir secara
rasional. Status ekonomi keluarga, pendidika n dan pekerjaan seorang wanita yang
menentukan besaran mahar, dan kecantikan fisik seorang wanita di anggap
seimbang dengan kekayaan yang dimiliki oleh mempelai pria.
Kata kunci : Perubahan, Makna, Mahar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK