<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="10027">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI METODE GEOLISTRIK POLE-DIPOLE UNTUK KAWASAN PANAS BUMI IE SEU-UM ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syahrul Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian tentang Interpretasi 2D Struktur Bawah Permukaan pada kawasan panas bumi Ie Seu-um, Aceh Besar menggunakan metode geolistrik resistivitas 2D konfigurasi pole-dipole, dengan alat Terameter ABEM SAS 4000. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai resistivitas batuan bawah permukaan pada kawasan panas bumi Ie Seu-um dengan pemodelan 2-D berdasarkan data pengukuran, kemudian melakukan interpretasi data geolistrik resistivitas 2-D tersebut dalam bentuk struktur bawah permukaan dan menentukan pola aliran hidrotermal di sekitar sumber mata air panas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua lintasan pengukuran memiliki nilai resistivitas yang bervariasi, mulai dari resistivitas rendah (300 ?m). Dari tiga lintasan pengukuran, salah satu lintasan pengukuran memiliki nilai resistivitas rendah. Hal ini menunjukkan sifat batuan yang sangat konduktif karena lintasan ini berada sangat dekat dengan sumber mata air panas. Sedangkan kedua lintasan yang lain, mempunyai nilai resistivitas yang mulai nilai rendah hingga tinggi. Hasil interpretasi menunjukkan suatu pola resistivitas yang rendah (1-8 ?m) pada ketiga lintasan diduga sebagai lapisan pembawa air panas dan digambarkan dalam model yang dihasilkan.&#13;
Kata kunci: metode resistivitas, hidrotermal, aliran air panas</note>
 <subject authority="">
  <topic>ELECTRICITY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GEOTHERMAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>10027</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-10-23 13:29:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-31 15:09:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>