<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100229">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL PERILAKU REDUKSI BRIKET CAMPURAN BIJIH BESI DAN BATUBARA DENGAN PEREKAT TANAH LIAT PADA TEMPERATUR TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUSTHAFA AR RIFQI NASUTION</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan baja di Indonesia sejatinya selalu meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2021 tercatat kebutuhan baja di Indonesia mencapai 15,9 juta ton. Baja didapatkan dengan cara mengolah besi. Salah metode yang dikenal dalam memproduksi besi adalah dengan mereduksi langsung bijih besi pada temperatur di bawah titik lebur besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh campuran batubara serta variasi temperatur terhadap penurunan massa dan konstanta laju reduksi briket. Briket yang digunakan berdiameter 40 mm terbuat dari campuran bijih besi, batubara dan tanah liat dengan persentase campuran 90:00:10, 70:20;10 dan 50:40:10 yang dipadatkan pada tekanan 15 ton. Pengujian dimulai dengan memanaskan tungku reduksi pada temperatur reduksi (950 °C, 1050 °C, 1150 °C), kemudian briket ditempatkan pada wadah briket yang telah terhubung ke timbangan digital dan wadah briket dimasukkan ke dalam tungku reduksi. Pengukuran penurunan massa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan komputer yang telah terhubung langsung ke timbangan. Banyaknya batubara pada briket sangat mempengaruhi penurunan massa briket saat direduksi karena gas reduktor CO yang dihasilkan dari reaksi karbon batubara dengan CO2 akan semakin banyak. Reaksi pembentukan gas reduktor CO merupakan reaksi endotermik, sehingga membutuhkan temperatur tinggi pada prosesnya. Briket dengan komposisi 50:40:10 yang direduksi pada temperatur 1150 °C mengalami penurunan massa dan konstanta laju reduksi tertinggi masing-masing sebesar 39,39 % dan 3,6672/detik.&#13;
Kata kunci: batubara, bijih besi, reduksi, tanah liat, temperatur tinggi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100229</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-07 11:25:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-07 12:21:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>