<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100211">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI MARJANI SALSABIILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada Putusan Tingkat Banding Nomor 7/JN/2021/MS.Aceh, hakim memutus bebas terdakwa pemerkosaan terhadap anak. Dalam hal ini terdapat permasalahan berupa majelis hakim banding tidak sungguh-sungguh memperhatikan serta menilai kebenaran keterangan saksi sesuai dengan ketentuan Pasal 182 ayat (8) Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013 dan adanya disparitas pertimbangan hakim pada Mahkamah Syar’iyah Jantho, Mahkamah Syar’iyah Aceh, dan Mahkamah Agung. &#13;
Penelitian ini bertujuan untutk menganalisis kekeliruan hakim dalam menilai kesesuaian keterangan para saksi dalam Putusan Nomor 7/JN/2021/MS.Aceh dan menganalisis disparitas pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 22/JN/2020/MS.JTH, Putusan Nomor 7/JN/2021/MS.Aceh, dan Putusan Nomor 8 K.Ag/JN/2021. &#13;
Jenis penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu melalui studi kepustakaan (library research) untuk memperoleh data sekunder. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.  &#13;
Hasil analisis terhadap Putusan Tingkat Banding Nomor 7/JN/2021/MS.Aceh menunjukkan bahwa majelis hakim banding keliru dalam menilai kesesuaian keterangan para saksi yang mana hal ini bertentangan dengan ketentuan Pasal 182 ayat (8) Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013 yang membuat hakim menolak alat bukti dan mengakibatkan hakim tidak memperoleh keyakinan dari 2 (dua) alat bukti yang sah. Perkara pemerkosaan ini menimbulkan 2 (dua) upaya hukum yaitu upaya hukum banding dan upaya hukum kasasi yang mengakibatkan adanya disparitas pertimbangan hakim dalam memutus perkara ini di 3 (tiga) tingkat pengadilan yang berbeda. Disparitas pertimbangan hakim ini muncul dikarenakan hakim memiliki kebebasan untuk memutus suatu perkara. &#13;
Disarankan kepada hakim agar sungguh-sungguh memperhatikan kesesuaian keterangan saksi yang satu dengan saksi lainnya, kesesuaian keterangan saksi dengan alat bukti lainnya, memperhatikan fakta-fakta yang ada di persidangan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ISLAMIC LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RAPE (CRIME) - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345.025 32</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100211</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-06 16:47:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-08-01 14:54:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>