<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100184">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN PLASMA KAYA TROMBOSIT (PKT) TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA TERBUKA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DINDA YOLANDA RITONGA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Perawatan luka yang baik diperlukan dalam proses penyembuhan luka. Salah satu metodenya adalah pemberian obat topikal. Plasma kaya trombosit (PKT) memiliki kandungan trombosit yang berperan penting dalam proses penyembuhan, agregrasi secara cepat pada tempat yang rusak dan melepaskan berbagai growth factor dan sitokin yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian plasma kaya trombosit (PKT) terhadap jumlah sel fibroblas pada proses penyembuhan luka terbuka tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorik dengan uji T sampel bebas. Sebanyak delapan belas ekor tikus putih jantan dieksisi pada kulit punggungnya 2 x 2 Cm, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol yang hanya diberikan NaCl fisiologis (P0) dan kelompok perlakuan pemberian PKT 200 μl. Tiga ekor tikus dari tiap kelompok didekapitasi masing-masing pada hari ke-3, 7 dan 14. Jaringan luka diambil dan dibuat sediaan histologis dengan pengecatan Hemaktosilin Eosin. Penilaian jumlah sel fibroblas dilakukan dengan menggunakan Optilab yang dipasang pada mikroskop cahaya. Data dianalisis dengan uji T sampel bebas. Rata-rata jumlah sel fibroblas  yang diamati pada hari ke 3, 7 dan 14 pada kelompok kontrol (P0) berturut-turut adalah sebesar 15,27 ± 0,95; 19,40 ± 1,60;  dan 19,07 ± 10,91 sel,  sedangkan pada perlakuan PKT (P1) adalah 21,70 ± 3,13; 22,07 ± 5,51 dan 17,70 ± 1,54 sel. Hasil analisis statistik menunjukan pemberian PKT dan waktu pengamatan  berpengaruh secara signifikan (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100184</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-06 09:38:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-06 11:06:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>