ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PENGEMBANGAN EKOWISATA TAMAN HUTAN RAYA POCUT MEURAH INTAN PROVINSI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PENGEMBANGAN EKOWISATA TAMAN HUTAN RAYA POCUT MEURAH INTAN PROVINSI ACEH


Pengarang

Badriah Hasballah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Aliasuddin - 196705111992031002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1709200300001

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Pengelolaan Lingkungan (S2) / PDDIKTI : 95101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana (S2)., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kawasan konservasi berperan penting dalam perlindungan keanekaragaman hayati
yang berfungsi sebagai penyedia jasa ekosistem, melindungi spesies yang terancam dan
mitigasi perubahan iklim. Posisi tahura, taman nasional, dan taman wisata merupakan kawasan
lindung. Tahura dapat dikembangkan menjadi objek wisata sebagai salah satu upaya menjaga
kondisi kelestarian lingkungan. Salah satu syaratnya dengan menggunakan WTP. WTP
mencerminkan kepuasan seseorang atas suatu barang yang tidak mempunyai ukuran nilai
seperti ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keinginan membayar
masyarakat terhadap Tahura Tahura Pocut Meurah Intan (TPMI) di Saree, Kabupaten Aceh
Besar. Model analisis yang digunakan untuk menentukan nilai wtp melalui regresi linear
berganda dengan jumlah sampel sebanyak 398 rumah tangga yang didapatkan berdasakan
rumus Slovin. Hasil penelitian menjelaskan pendapatan, pendidikan, status pekerjaan, dan
pengetahuan lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap WTP ekowisata Tahura
TPMI. Pengaruh paling besar pada pengetahuan lingkungan di mana terjadi peningkatan WTP
sebesar 64,77 persen. Berdasarkan perhitungan evaluasi ekonomi, Tahura TPMI mempunyai
nilai ekonomi 1,023 miliar rupiah per hektar. Perhitungan evaluasi secara luas lahan secara
total bahwa tahuma TPMI mempunyai nilai sebesar 6,4 triliun rupiah.
Kata Kunci: Ekowisata, Tahura, WTP, Regresi linear berganda

ABSTRACT Conservation areas play a major role in the protection of biodiversity which functions as providers of ecosystem services, protecting threatened species and mitigating climate change. Tofu positions, national parks, and tourist parks are protected areas. However, Tahura can be developed into a tourist attraction on condition that it maintains environmental conditions. One of the conditions is to use WTP. WTP reflects a person's satisfaction with an item that does not have a size value such as ecotourism. This study aims to analyze the willingness to pay for Tahura in Saree, Aceh Besar District. The analytical model used to determine the value of wtp through multiple linear regression with a sample of 398 households obtained based on the Slovin formula. The results of the study explain that income, education, employment status, and environmental knowledge have a significant positive effect on TPMI's Tofu Ecotourism WTP. The biggest influence on environmental knowledge where there is an increase in WTP by 64.77 percent. Based on the calculation of the economic evaluation, TPMI has an economic value of 1.023 billion rupiah per hectare. The total land area evaluation calculation shows that TPMI's tofu has a value of 6.4 trillion rupiah. Keywords: Ecotourism, Tahura, WTP, Multiple linear regression

Citation



    SERVICES DESK