<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100136">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN KESIAPSIAGAAN IBU DENGAN UPAYA MENCEGAH KERACUNAN MAKANAN PADA ANAK DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT AIZIMA PUTROE</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Keracunan makanan pada anak merupakan keadaan yang membutuhkan pertolongan segera, hal ini memerlukan perhatian untuk mencegah kematian. Faktor terbanyak yang menyebabkan keracunan makanan ialah pengolahan makanan yang menyebabkan patogen bertahan lama dalam makanan tersebut, persiapan yang terlalu lama sebelum makanan dihidangkan dan makanan yang tidak sesuai dengan standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak di Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian ini 412 ibu murid SDN 16 Banda Aceh. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dan dengan metode proporsional sampling dengan total sampel sebanyak 88. Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebar kuesioner dengan metode wawancara terpimpin. Hasil penelitian ini dengan menggunakan uji chi square didapatkan bahwa ada hubungan antara kesiapsiagaan ibu dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value= 0,025, ada hubungan pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,005, ada hubungan kebijakan dan panduan ibu dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,030, ada hubungan rencana tanggap darurat dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,026, ada hubungan sistem peringatan dini dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,017, serta ada hubungan mobilisasi sumber daya dengan upaya mencegah keracunan makanan pada anak dengan p-value = 0,023. Rekomendasi peneliti ialah agar ibu dapat penyuluhan terkait pencegahan keracunan makanan pada anak guna untuk meningkatkan pengetahuan, kebijakan dan panduan, rencana tanggap darurat, sistem peringatan dini serta mobilisasi sumber daya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHILDREN - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD POISONS - HUMAN TOXICOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>615.954</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100136</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-06-02 13:21:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-03 09:31:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>