<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="100052">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PERIODESITAS  IKLIM DI PROVINSI ACEH DAN WILAYAH NINO 3.4 DENGAN ANALISIS SPEKTRAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dewi Rossiyanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Iklim  merupakan  rata-rata  keadaan  atmosfir  yang  sifatnya  berubah-ubah  dari waktu  ke  waktu  dalam  jangka   waktu  yang  cukup  lama,  minimal  30  tahun, Perubahan  iklim ini akan berdampak pada manusia dan lingkungannya, sehingga perlu  untuk  mempelajari dan  mengkaji  iklim  lebih mendalam.  Salah  satu cara menganalisis   iklim  ini  adalah   dengan   menggunakan   analisis   spektral,   yaitu analisis  runtun  waktu  yang  berguna  untuk  menelaah  periodesitas  tersembunyi suatu data  sebelum  meJakukan peramalan.  Variabel  yang dianalisis  merupakan unsur iklim yaitu suhu, kecepatan angin, kelembaban, presipitas (curah hujan) dan tekanan udara pada wilayah Provinsi Aceh serta SST  dan SOl  pada wilayah Nino 3.4. Unsur iklim tersebut menunjukkan suatu nilai yang berdekatan (tidak begitu jauh)  untuk setiap wilayah yang berbeda.  Data yang akan dianalisis  merupakan data yang stasioner. Kestasioneran ini dapat  dilihat dari bentuk plot data asli dan plot ACF dan PACF. Apabila  data tidak stasioner,  perlu dilakukan  differencing (pembedaan).  Hasil analisa  periodogram  tanpa pemuJusan menunjukkan  bahwa pada wiJayab Nino 3.4 (keJembaban dan curab hujan) dan Provinsi Aceh  (suhu dan   curah   hujan)   signifikan,   yang   menjelaskan   adanya   faktor   musiman. Sedangkan pada analise periodogram dengan metode windowing,   untuk Provinsi Aceh  yaitu  suhu (4.6 tabun  persiklus), kecepatan  angin  (31.7 tahun  persiklus), tekanan  udara  (13 tahun  persiklus),  kelembaban  (20.7  tahun  persiklus),  curah hujan (21.9 tahun persiklus) dan wilayah Nino 3.4 yaitu SST (4.2 tahun persiklus), kecepatan  angin (6.6 tahun persiklus), SOl (5 tahun persiklus), kelembaban  (13 tahun persiklus) dan curah hujan (2.6 tahun persiklus).&#13;
&#13;
Kata kunci   :   Analisis spektral, stasioner, autokorelasi,  periodogram, metode Lag-window&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CLIMATOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>551.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>100052</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-05-27 15:32:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-06-03 10:01:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>