Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala



KEDUDUKAN HUKUM PIDANA ADAT DALAM UNDANG–UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG …

Maulana Halim Putra

KEDUDUKAN HUKUM PIDANA ADAT DALAM UNDANG -UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA Maulana Halim Putra  Rizanizarli  Sulaiman  ABSTRAK Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), menyatakan berlakunya hukum pidana adat sebagai alasan menuntut pidana, bahwa seseorang patut dipidana walaupun perbuatan tersebut tidak diatur dalam Undang-Undang ini. Terdapat batasan keberlakuan hukum p…

KEDUDUKAN HUKUM PUTUSAN PERADILAN ADAT DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGA…

Riyan Auliyanda Safrizal

Berdasarkan Pasal 18 Peraturan Gubernur Aceh Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa/ Perselisihan Adat dan Istiadat menegaskan bahwa, 1) Putusan peradilan Adat bersifat damai dan mengikat, 2). Putusan peradilan adat mengacu pada musyawarah dan mufakat”. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (selanjutnya disingkat SKB) antara Gubernur, Kapolda, dan Majelis Adat Aceh Nomor: 189/677/2011, 1054/MAA/XII/2011, B/121/1/2012, menegaskan kembali bahwa putusan peradilan adat ber…

POSITIVISASI HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA

Yulfan

POSITIVISASI HUKUM ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA Yulfan* Dr. Sulaiman, S.H., M.H.** Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H.*** ABSTRAK Formalisasi hukum adat adalah perubahan norma hukum adat yang sebelumnya tidak tertulis atau istilah lainnya adalah positivisasi, dalam lingkup hukum adat juga terjadi proses positivisasi. Namun positivisasi hukum adat akan memunculkan beberapa permasalahan, dikarenakan adanya perbedaan sumber, adat bersumber dari kebiasaan dan tradisi yang berkembang dala…

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU MALPRAKTIK PELAYANAN KESEHATAN

Andi Mirza

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU MALPRAKTIK PELLAYANAN KELSELHATAN Andi Mirza Dahlan Teuku Muttaqin Mansur ABSTRAK Pertanggungjawaban pidana pelaku malpraktik pelayanan kesehatan merupakan isu penting dalam sistem hukum pidana. Pelayanan kesehatan idealnya dilakukan secara profesional, sesuai standar operasional dan etika medis. Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 mengatur bahwa tenaga medis atau tenaga kesehatan yang karena kelalaiannya menyebabkan pasien menderita luka b…

  • Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh - 2025
  • Baca Selengkapnya

KEDUDUKAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) SEMENTARA SETELAH ADANYA PPAT DI …

Nina Fajri Risky

Pendaftaran tanah bertujuan memberikan kepastian hukum terkait hak atas tanah, termasuk objek, subjek, dan status haknya. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Pokok-Pokok Agraria dan Peraturan Pemerintahan Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah mengatur pendaftaran tanah dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional, dibantu oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara di wilayah yang kekurangan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Camat ditunjuk sebagai Pej…

TINJAUAN YURIDIS KEKUATAN EKSEKUTORIAL SERTIFIKAT HAK TANGGUNGAN TERHADAP OBJ…

Wildan Dinullah

Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan, apabila debitur cidera janji pemegang Hak Tanggungan mempunyai hak untuk menjual objek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri. Namun dalam praktiknya banyak hambatan dalam pelaksanaan eksekusinya, seperti adanya peralihan hak atas tanah yang diakibatkan adanya pembatalan hibah orang tua kepada anak berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iah. Sehingga mengakibatkan kedudukan dari Sertifikat Hak Tanggungan menjadi tidak je…

PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PHISING MEL…

Hafiz Azzaki

Perkembangan teknologi informasi telah mempermudah akses komunikasi, dan membuka peluang terjadinya kejahatan siber, salah satunya tindak pidana phishing. Kejahatan dilakukan melalui aplikasi Package Kit (APK), menimbulkan kerugian materiil yang signifikan bagi korban, dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Restorative justice merupakan pendekatan penyelesaian perkara pidana yang fokus pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat melalui penyelesaian damai. Di Ind…

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENERAPAN KONSTRUKSI BERKELANJUTAN PADA PROYEK KONST…

Rahmad Wahyudi

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PENERAPAN KONSTRUKSI BERKELANJUTAN PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI PROVINSI ACEH Oleh: Rahmad Wahyudi NIM. 2104201010031 Komisi Pembimbing: 1. Prof. Dr. Ir. Muttaqin, M.T. 2. Dr. Ir. Alfa Taras Bulba, S.T., M.Sc. ABSTRAK Konstruksi berkelanjutan merupakan pendekatan pembangunan yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan agar tidak mengurangi kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Di Indonesia, penerapan konstruksi berke…

EFEK MOLARITAS NAOH TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR PASTA GEOPOLIMER BERB…

Muhammad Farid Fauzan

Beton merupakan material konstruksi yang paling umum digunakan karena kekuatan mekaniknya yang tinggi dan biaya yang relatif terjangkau. Namun, penggunaan semen portland sebagai bahan pengikat utama dalam beton menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah besar, yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Geopolimer merupakan salah satu alternatif material yang lebih ramah lingkungan, dengan memanfaatkan material kaya silika dan alumina yang diaktivasi menggunakan larutan alkali. P…

PEMBAGIAN WARISAN BERDASARKAN SISTEM WARIS MASYARAKAT BATAK MANDAILINGRN(SUAT…

Sarah Mailan Siregar

Pembagian waris merupakan salah satu hukum yang berlaku dalam masyarakat Indonesia. Kenyataannya dalam masyarakat sering terjadi sengketa kewarisan umumnya tertumpu pada pembagian waris lebih di peruntukan kepada anak laki-laki. Sementara untuk perempuan akan mendapatkan hibah yang sering dikenal dalam hukum adat yaitu berupa pemberian kasih sayang (holong ni ro ha). Selain sistem pembagian warisan yang terdapat dalam kitab Fiqh dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), masyarakat juga melakukan pemba…




    SERVICES DESK