KAJIAN TEKNIK INSEMINASI BUATAN PADA SAPI (BOS TAURUS) DI UPTD IBI SAREE
KAJIAN TEKNIK IMSEMINASI BUATAN PADA TERNAK SAPI
(BOS TAURUS) DI UPTD IBI SAREE
ABSTRAK
Inseminasi Buatan adalah proses perkawinan yang dilakukan dengan campur tangan manusia, yaitu mempertemukan sperma dan sel telur agar dapat terjadi proses pembuahan. Tujuan Inseminasi Buatan adalah meningkatkan populasi dan produksi ternak. Manfaat Inseminasi Buatan adalah memperbaiki kualitas ternak melalui mutu genetik ternak. Metode praktek kerja lapangan yang dilaksanakan di UPTD IBI SAREE d…
- Fakultas Kedokteran Hewan / Prodi Kesehatan Hewan (D3), Banda Aceh - 2026
- Baca Selengkapnya
PELAKSANAAN HUKUM WARIS ISLAM TERHADAP AHLI WARIS PENGGANTI DZAWIL ARHAM DALA…
Hukum waris Islam merupakan bagian penting dari hukum keluarga Islam yang mengatur perpindahan hak dan kewajiban atas harta peninggalan seseorang kepada ahli warisnya. Dalam praktiknya, pembagian warisan sering menimbulkan persoalan, khususnya terkait kedudukan ahli waris pengganti dari golongan dzawil arham pada pewarisan garis keturunan derajat ketiga. Permasalahan ini juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar, mengingat adanya perbedaan pandangan antara fiqh klasik, Kompilasi Hukum Islam (KHI),…
SISTEM VISUALISASI ANALISIS EMOSI PADA KOMENTAR VIDEO TIKTOK DAN YOUTUBE MENG…
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kendala beban informasi bagi kreator konten TikTok dan YouTube melalui pengembangan sistem analisis emosi berbasis web. Sistem ini mengintegrasikan model DistilBERT untuk mengklasifikasikan komentar penonton dan menyajikannya dalam bentuk visualisasi data yang interaktif. Dataset sebanyak 3.600 komentar dikumpulkan dan diklasifikasikan ke dalam enam label emosi menggunakan bantuan Large Language Model (LLM) dan verifikasi manual. Melalui pengujian terh…
PEMBUKTIAN ALAT BUKTI DIGITAL DALAM TINDAK PIDANA CYBER: KAJIAN FORENSIK DIGI…
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan fundamental dalam sistem hukum pidana Indonesia, khususnya dalam hal pembuktian terhadap tindak pidana cyber. Kejahatan cyber menimbulkan tantangan baru karena bersifat lintas batas, kompleks, dan sangat bergantung pada bukti elektronik sebagai alat pembuktian utama, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 dan Pasal 44 UU ITE. Permasalahan utama dalam penelitian ini berfokus pada pengaturan validitas alat bukti digital dalam tindak …