Abstrak provinsi aceh memiliki potensi perikanan yang sangat besar karena memiliki banyak sungai, rawa dan danau dengan berbagai jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi. ikan air tawar adalah ikan yang menghabiskan sebagian atau seluruh hidupnya di air tawar, seperti sungai dan danau dengan salinitas kurang dari 0,05ppt. tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi spesies dan status konservasi ikan air tawar. penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni sampai desember 2021. pengambilan sampel ikan air tawar dilakukan di sungai krueng masen, kabupaten aceh besar. metode ekstraksi dna dilakukan dengan menggunakan protokol ctab yang telah dimodifikasi. penelitian ini menghasilkan sebanyak 13 sekuens coi yang terdiri dari empat spesies ikan air tawar, yaitu glossogobius giuris, kuhlia rupestris, puntius brevis dan rasbora arundinata. status konservasi dari empat spesies ikan air tawar dalam penelitian ini terdaftar ke dalam kategori leats concern (lc) di red list iucn. penelitian ini menunjukkan jarak genetik intraspesies kurang dari 2%, yaitu dengan nilai 0,063% dengan jarak genetik spesies terjauh adalah antara puntius brevis dengan glossogobius giuris yaitu dengan nilai 27,25%. jarak genetik terdekat adalah antara spesies rasbora arundinata dan puntius brevis dengan nilai 19,18%. penelitian ini dapat menjadi basis data dna barcoding ikan air tawar yang berperan penting untuk mendukung industri perikanan, sebagai data pelengkap produk hasil perikanan tawar berupa ikan konsumsi maupun non konsumsi yang akan di ekspor ke negara lain dan juga sebagai acuan pengelolaan ikan air tawar nantinya di prairan aceh khususnya di kabupaten aceh besar. kata kunci : ikan air tawar, dna barcoding, status konservasi, jarak genetik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DNA BARCODING IKAN AIR TAWAR DI SUNGAI KRUENG MASEN KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakulta Kelautan dan Perikanan,2022
Baca Juga : PENGARUH SALINITAS TERHADAP RUAYA IKAN DI SUNGAI KRUENG ACEH (MUJIBURRAHMAN, 2019)
Abstract
ABSTRACT Aceh province has enormous fishery potential because it has many rivers, swamps and lakes with various types of fish with high economic value. Freshwater fish are fish that spend part or all of their lives in fresh water, such as rivers and lakes with a salinity of less than 0,05ppt. The aim of this research is to identify the species and the conservation status of fish. This research was conducted from June to December 2021. Freshwater fish sampling was carried out in the Krueng Masen river, Aceh Besar District. The DNA extraction method was carried out using a modified CTAB protocol. This study resulted in 13 COI sequences consisting of four freshwater fish species, namely Glossogobius giuris, Kuhlia rupestris, Puntius brevis and Rasbora arundinata. The conservation status of the four freshwater fish species in this study are listed in the Least Concern (LC) category on the IUCN Red list. This study shows the intraspecies genetic distance is less than 2%, with a value of 0,063% with the farthest genetic distance between Puntius brevis and Glossgobius giuris with a value of 27,25%. The closest genetic distance is between the species Rasbora arundinata and Puntius brevis wit a value of 19,18%. This research can be a database for freshwater fish DNA barcoding which plays an important role in supporting the fishing industry, as complementary data for freshwater fish products in the form of consumption and non consumption fish that will be exported to other countries and also as a reference for managing freshwater fish later in Aceh waters, especially in Aceh Besar district. Keywords: Freshwater fish, DNA barcode, conservation status, genetic distance.
Baca Juga : INVENTARISASI SPESIES IKAN AIR TAWAR DI SUNGAI GAMPONG ALUE JABARNDAN SUNGAI PRIA LAOT KECAMATAN SUKAKARYARNKOTA SABANG (Sita Marsita, 2014)