Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
BELINDA MERY ADESTI, MOTILITAS SPERMATOZOA SAPI ACEH SELAMA PROSES PEMBEKUAN MENGGUNAKAN PENGENCER SITRAT KUNING TELUR AYAM, ITIK DAN ENTOK. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2022

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan motilitas spermatozoa sapi aceh yang diencerkan menggunakan pengencer sitrat kuning telur ayam dengan kuning telur itik dan kuning telur entok selama proses pembekuan. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan 3 kelompok perlakuan pengenceran sitrat kuning telur ayam (kta); sitrat kuning telur itik (kti) dan sitrat kuning telur entok (kte). masing-masing kelompok diulangi sebanyak 6 kali. sampel semen dikoleksi dari 1 ekor sapi aceh jantan sehat berumur 3-4 tahun menggunakan vagina buatan satu kali dalam seminggu selama enam minggu. semen yang berkualitas baik diencerkan dengan pengencer sitrat kuning telur sesuai perlakuan dan dikemas dalam mini straw. selanjutnya diekuilibrasi selama 4 jam pada suhu 5ᴼc dalam cool top. kemudian dilakukan pembekuan di atas uap nitrogen cair selama 12 menit dan disimpan dalam kontainer yang berisi nitrogen cair pada suhu -196ᴼc. data motilitas spermatozoa diamati setelah pengenceran, ekuilibrasi dan pembekuan. data motilitas spermatozoa yang diperoleh dianalisis dengan anova dan dilanjutkan dengan uji duncan. rata-rata persentase motilitas spermatozoa setelah pengenceran, ekuilibrasi dan pembekuan pada kelompok kte lebih tinggi secara nyata (p0,05) dengan kti. kesimpulan dari penelitian ini adalah motilitas spermatozoa sapi aceh selama proses pembekuan menggunakan pengencer sitrat kuning telur entok lebih tinggi dibandingkan dengan penambahan kuning telur itik dan kuning telur ayam. kata kunci: sapi aceh, motilitas spermatozoa, sitrat kuning telur itik, entok, proses pembekuan



Abstract

This study aims to determine the comparison of the motility of spermatozoa in Aceh cattle diluted with citrate of chicken egg yolks with duck egg yolks and muscovy duck egg yolks during the freezing process. This study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatment groups of chicken egg yolk citrate diluent (KTA); duck egg yolk citrate (KTI) and muscovy duck egg yolk citrate (KTE). Each group was repeated 6 times. Semen samples were collected from 1 healthy male Aceh cattle 3-4 years old using an artificial vagina once a week for six weeks. Good quality semen was diluted with egg yolk citrate diluent according to the treatment and packed in mini straws. Then it was equilibrated for 4 hours at 5ᴼC on a cool top. Then it was frozen over liquid nitrogen vapor for 12 minutes and stored in a container containing liquid nitrogen at a temperature of -196ᴼC. Data regarding the spermatozoa motility were observed after dilution, equilibration, and freezing. Data obtained were analyzed by ANOVA and were continued with Duncan's test. The average percentage of spermatozoa motility after dilution, equilibration, and freezing in the KTE group was significantly higher (P0.05) with KTI. This study concluded that the motility of Aceh's spermatozoa during the freezing process using citrate muscovy duck egg yolk diluent was higher than the addition of duck egg yolk and chicken egg yolk. Keywords: Aceh cattle, motility of spermatozoa, citrate of duck egg yolk, muscovy duck, the freezing process



    SERVICES DESK