Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan perbandingan pernikahan dini wilayah kota dan desa di indonesia. variabel dalam penelitian ini antara lain pernikahan dini, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan lingkungan sosial. data yang dipakai merupakan data skunder berupa data susenas maret 2019, yang di peroleh dari badan pusat statistik (bps). penelitian ini menggunakan model analisis kuantitatif dengan metode maksimum likelihood estimation (mle). hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara pendapatan orang tua dengan pernikahan dini yang terjadi pada daerah pedesaan di indonesia, akan tetapi pada daerah perkotaan yang memiliki korelasi positif adalah pendidikan dan lingkungan sosial. pendapatan orang tua dan pekerjaan memiliki korelasi yang negatif pada daerah perkotaan. sementara itu, pada wilayah pedesaan yang memiliki korelasi negatif adalah pendidikan, pekerjaan dan lingkungan sosial. implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah seharusnya mengalokasikan anggaran subsidi ke sektor yang produktif, seperti lapangan pekerjaan dan subsidi pendidikan. kata kunci: pernikahan dini, pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan lingkungan sosial dan maksimum likelihood estimation (mle).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PREVALENSI DAN AKIBAT PERNIKAHAN DINI DI INDONESIA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi (S2),2022
Baca Juga : COMPARATIVE PERFORMANCE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY BETWEEN MINING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) AND MALAYSIA STOCK EXCHANGE (BURSA MALAYSIA) YEAR 2015-2019 (AQILLA FADYA, 2021)
Abstract
The purpose of this research is to examine the causes of early marriage in Indonesian cities and rural regions, as well as to compare the two. Early marriage, education, employment, income, and social environment are some of the characteristics investigated in this study. The data utilized is secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) in the form of SUSENAS data from March 2019. The Maximum Likelihood Estimation (MLE) approach is used in this study's quantitative analysis model. The results showed that there was a positive correlation between parental income and early marriage that occurred in rural areas in Indonesia, but in urban areas the ones that had a positive correlation were education and social environment. Parental income and occupation have a negative correlation in urban areas. Meanwhile, in rural areas it has a negative correlation with education, work and social environment. The government should direct subsidy resources to productive areas, such as employment and education subsidies, according to the findings of this study. Keywords: Early marriage, education, employment, money, and social milieu, as well as Maximum Likelihood Estimation (MLE)
Baca Juga : PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERNIKAHAN DINI DI DESA KAMPUNG JAWA KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Nuri Aziza Sadewi, 2025)