Kemunculan coronavirus disease 2019 (covid-19) membawa perubahan besar dalam bidang pendidikan indonesia pembelajaran yang awalnya dilaksanakan secara tatap muka di lingkungan satuan pendidikan, menjadi pembelajaran online dari rumah. pemberlakukan kembali kebijakan belajar tatap muka di lingkungan satuan pendidikan dengan tetap menjalakan protokol kesehatan covid-19 mengharuskan mahasiswa memiliki pengetahuan protokol kesehatan yang baik. kesiapan belajar mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di lingkungan satuan pendidikan, menjadi faktor penting penentu keberhasilan pembelajaran. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan protokol kesehatan dengan kesiapan belajar tatap muka mahasiswa. dengan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional study. sebanyak 380 orang mahasiswa dipilih dengan teknik purposive sampling, alat pengumpulan data adalah kuesioner dalam bentuk google form. analisis data univariate dan analisis chi-square dengan aplikasi spss. hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan protokol memakai masker 64,7% baik, pengetahuan protokol menjaga jarak dan menghindari kerumunan 69,5% baik, pengetahuan protokol mencuci tangan 75,5% baik, dengan presentase keseluruhan tingkat pengetahuan protokol kesehatan mahasiswa universitas syiah kuala 66,3% berada pada kategori baik. kesiapan belajar tatap muka mahasiswa universitas syiah kuala tertinggi berada pada kategori siap yaitu 50,8%, dengan presentase kesiapan fisik 63,4%, kesiapan emosi 46,6%, kesiapan pengalaman 60,3% dan kesiapan pengetahuan 58,7%, dan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan protokol kesehatan dengan kesiapan belajar tatap muka mahasiswa dengan nilai p-value 0,065>0,05. diharapkan bagi pihak universitas syiah kuala untuk terus memberikan edukasi terkait protokol kesehatan dan mempersiapkan lingkungan kampus yang aman dari penyebaran covid-19 saat pembelajaran tatap muka dilaksanakan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PROTOKOL KESEHATAN DENGAN KESIAPAN BELAJAR TATAP MUKA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh ,2022
Baca Juga : GAMBARAN MANAJEMEN DIRI MAHASISWA DALAM PENCEGAHAN COVID-19 (Ahlon Naza, 2022)
Abstract
The emergence of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) brought major changes in the field of Indonesian education, learning which was initially carried out face-to-face in the education unit environment, became online learning from home. The re-enactment of the face-to-face learning policy in the education unit environment while still implementing the Covid-19 health protocol requires students to have good knowledge of health protocols. Students' learning readiness to take part in face-to-face learning in an educational unit environment is an important factor determining the success of learning. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of health protocols and students' face-to-face learning readiness with a descriptive correlational research design with a cross-sectional study approach. A total of 380 students were selected by purposive sampling technique with the data collection tool was a questionnaire in the form of a google form. Univariate data analysis and Chi-Square analysis with SPSS application. The results showed that knowledge of protocols wearing masks was 64.7% good, knowledge of protocols to keep distance and avoidance was good 69.5%, knowledge of handwashing protocols was good 75.5%, by presenting the overall knowledge of health protocols for students of Syiah Kuala University 66.3% are in a good category. The highest face-to-face learning readiness of Syiah Kuala University students is in the ready category, namely 50.8%, by presenting 63.4% physical readiness, 46.6% emotional readiness, 60.3% experience readiness, and 58.7% knowledge readiness, and there is no relationship between the level of knowledge of health protocols with students' face-to-face learning readiness with a p-value of 0.065> 0.05. It is hoped that Syiah Kuala University will continue to provide education related to health protocols and prepare a campus environment that is safe from the spread of Covid-19 when face-to-face learning is carried out.
Baca Juga : PENGARUH KESIAPAN MAHASISWA MENGIKUTI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA FKIP USK (TANTRIANA, 2024)