Berdasarkan survey world heath organization (who), penduduk yang mengalami penyakit asam urat terbesar di dunia adalah indonesia. dari survey tersebut menunjukkan bahwa penyakit asam urat yang terjadi pada pria yang berusia 7 mg/dl untuk laki-laki dan >6 mg/dl, maka keadaan ini disebut hiperurisemia. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi emping melinjo (gnetum gnemon l) aceh terhadap peningkatan kadar asam urat pada mencit (mus musculus l). penelitian ini merupakan penelitian true experimental research dengan menggunakan design pretest posttest with control group. pengelompokkan dilakukan berdasarkan rancangan acak sederhana (simple random sampling) dengan menggunakan hewan coba berupa mencit (mus musculus l) jantan dengan berat badan berkisar 20-45 gram yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. hasil uji statistik menggunakan uji analysis of variance (anova) one way menunjukkan p-value = 0,000 dan nilai signifikasinya ( p0,05. kesimpulan pada penelitian ini, terjadinya peningkatan kadar asam urat darah pada mencit setelah mengkonsumsi emping melinjo dan adanya perbedaan peningkatan kadar asam urat darah setiap pemberian dosis emping melinjo. kata kunci: asam urat, emping melinjo, hiperurisemia, mencit
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KONSUMSI EMPING MELINJO (GNETUM GNEMON L) ACEH TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA MENCIT (MUS MUSCULUS L). Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2022
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON L.) (MAISARAH, 2025)
Abstract
Based on a survey by the World Health Organization (WHO), Indonesia is the population with the largest gout disease in the world. The survey showed that gout occurred in men aged 7 mg/dl for men and > 6 mg/dl, this condition is called hyperuricemia. This study aims to determine the relationship between the consumption of Aceh's emping melinjo (Gnetum gnemon L) to the increase in gout disease levels in mice (Mus musculus L). The research is a True Experimental Research using Pretest Posttest With Control Group design. The grouping was done based on simple random sampling using experimental animals in the form of male mice (Mus musculus L) with bodyweight ranging from 20-45 grams which were divided into 4 treatment groups. The results of the statistical test using the one-way analysis of variance (ANOVA) test showed P-value = 0.000 and the significance value (p