Sebelum tahun 1979 pemisahan dengan teknik rp-hplc menggunakan waktu retensi sebagai parameter, namun sering kali parameter tersebut memberikan nilai yang berbeda untuk jenis sampel yang berbeda dan akan menghasilkan waktu retensi yang berbeda secara signifikan, sehingga diperlukan parameter retensi lainnya yang lebih stabil yaitu indeks retensi. tujuan dari penelitian ini adalah untuk: menghitung waktu mati dan indeks retensi secara simulasi yang membandingkan antara metode iterasi dan linierisasi dengan menggunakan deret homolog n-alkil alkohol pada rp-hplc. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah simulasi penentuan waktu mati dan indeks retensi yang menggunakan data sekunder sebagai input pada software "basic" dengan menggunakan deret homolog n-alkil alkohol sebagai senyawa penanda dalam rp-hplc. metode ini didasarkan pada model matematis yaitu metode iterasi dan metode linierisasi. waktu mati terkecil diperoleh pada metode linierisasi yaitu 1,9165/menit karena lebih kecil dibandingkan metode lterasi yaitu 1,9659/menit, sedangkan indeks retensi terendah diperoleh pada metode iterasi yaitu 2,867% karena lebih rendab dari metode linierisasi yaitu 3,717%. berdasarkan hasil penelitian ini software yang digunakan dapat diaplikasikan pada rp-hplc. kata kunci: waktu mati, indeks retensi, waktu retensi, deret homolog, metode iterasi, metode linierisasi, rp-hplc
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SIMULASI PENENTUAN WAKTU MATI DAN INDEKS RETENSI MENGGUNAKAN DERET HOMOLOG N-ALKIL ALKOHOL PADA RP-HPLC. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2012
Baca Juga : STUDI WAKTU MATI (TO) DAN INDEKS RETENSI KOVATS MENGGUNAKAN KOLOM KAPILER POLAR PADA KROMATOGRAFI GAS (Athaillah, 2022)
Abstract
Baca Juga : ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI PENENTUAN WAKTU MATI DAN INDEKS KOVATS SECARA MATEMATIS PADA SISTEM KROMATOGRAFI (Rivansyah Suhendra, 2017)