Telah dilakukan isolasi senyawa aktif sitotoksik ekstrak metanol daun nerium oleander l. ekstraksi daun tumbuhan nerium oleander 1,1 kg dengan pelarut metanol menghasilkan ekstrak metanol 183,5 g. ekstrak metanol diekstraksi dengan petroleum eter menghasilkan ekstrak metanol bebas klorofil sebanyak 33 g. ekstrak metanol bebas klorofil sebanyak 10 g dipisahkan fraksi-fraksinya dengan krornatograf cair vakum dengan eluen n-heksana : etil asetat : metano1 (elusi gradien) menghasilkan 4 fraksi gabungan (fraksi a-d). hasil uji fitokirnia menunjukkan bahwa masing-masing iraksi mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, fenol, steroid dan kumarin. fraksi b sebanyak 0,50 g dikromatografi gravitasi dengan eluen etil asetat : metanol (elusi gradien) menghasilkan 5 fraksi gabungan (e-1). fraksi h sebanyak 0.,052 g direkromatografi gravitasi menghasilkan 4 fraksi gabungan (j-m). uji aktivitas sitotoksik menunjukkan bahwa fraksi k mempunyai aktivitas sitotoksik yang paling kuat dengan nilai icso = 4,45 ug/ml.hasil karakterisasi dengan spektroskopi ft-ir dan kg-sm terhadap senyawa dari fraksi k. menunjukkan fraksi k mengandung senyawa fenol yang diduga kumarin komplekss kata kunci : nerium oleander l., spektroskopi, ekstrak matanol, metabolit sekunder, sitotoksik, sel p388 dan kumarin komplekss.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ISOLASI SENYAW A AKTIF SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL DAUN NERIUM OLEANDER L.. Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2008
Baca Juga : ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK SERTA ANTIOKSIDAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETIL ASEAT DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA LINN.) (Yetty Rosiyana, 2022)
Abstract
Baca Juga : AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAUN BENALU KOPI (LORANTHUS PARASITICUS) (Ernita Silviana, 2022)