Kebutuhan air bersih untuk berbagai keperluan hidup semakin meningkat. pengolahan air sungai menjadi air bersih dengan menggunakan membran selulosa asetat (ca) menjadi salah satu alternatif yang mudah dan tepat untuk menghasilkan kualitas air yang baik, dimana fungsi membran disini adalah sebagai media pemisah. proses pemisahan dilakukan pada modul ultrafiltrasi (uf) dengan membran ca 10%, 15% dan 20% pada variasi waktu evaporasi 10 detik, 20 detik, 30 detik dan tekanan 0,75 bar, i bar dan 1.25 bar. dari has il penelitian menunujukkan bahwa koefisien permeabilitas (l») pada membran ca 10%, 15%, dan 20% sebesar 3,590 ml/m.det.bar, 2,545 ml/m.det.bar dan 1,989 ml/m.det.bar. pada waktu evaporasi i0 detik. pengaruh tingginya konsentrasi ca dan waktu evaporasi terbadap tluks pada tekanan operasi i bar dan waktu evaporasi 10 detik menunjukkan bahwa fluks menurun, dan rejeksi (rs,) semakin tinggi, pada tekanan operasi maksimum yaitu i,25 bar, fluks ca 10% sebesar 4,308 ml/m.detik dan rejeksinya sebesar 98,02%, fluks ca 15% sebesar 3,145 ml/m.detik dan rejeksinya sebesar 98.05%, dan fluks ca 20% sebesar 2,358 ml/m.detik dan rejeksinya sebesar 98,12%. kata kunci: membran selulosa asetat (ca), waktu evaporasi, koefisien permeabilitas, fluks, rejeksi (rs.).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI SELULOSA ASETAT DAN WAKTU EVAPORASI TERHADAP KINERJA MEMBRAN ULTRAFILTRASI DALAM PENGOLAHAN AIR. Banda Aceh Fakultas Teknik Kimia,2006
Baca Juga : PENGARUH WAKTU EVAPORASI PADA PEMBUATAN MEMBRAN SELULOSA ASETAT TERHADAP PENGOLAHAN AIR SUMUR DENGAN METODE ULTRAFITRASI (Meirizal, 2025)
Abstract
Baca Juga : PEMISAHAN QUERCETIN MENGGUNAKAN MEMBRAN ADSORPSI SELULOSA ASETAT TERGRAFTING GLYCIDYL METHACRYLATE (GMA) (RANGGA ALVIANSYAH, 2026)