Abstrak fitri, julia. 2021. abreviasi dalam bahasa aceh dialek peusangan. tesis, program studi magister pendidikan bahasa indonesia, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas syiah kuala. pembimbing: (1) dr. razali, m.pd., pembimbing (2) dr. siti sarah fitriani, ma. kata kunci: abreviasi, bahasa aceh, dialek peusangan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan pola-pola pembentukan abreviasi dalam bahasa aceh dialek peusangan. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. data penelitian ini diperoleh dari penutur bahasa aceh dialek peusangan. teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, cakap, dan instrospeksi. agar penelitian ini terpercaya, peneliti menggunakan instrumen berupa lembar observasi (observation sheet) dan panduan wawancara. analisis data dilakukan dengan metode padan intralingual. metode padan intralingual digunakan untuk mengklasifikasikan bahasa sesuai dengan jenis dan pola pembentukannya. adapun data yang diperoleh adalah 252 kosakata. hasil penelitian ini menunjukkan ada 4 jenis abreviasi dalam bahasa aceh dialek peusangan yaitu: (1) singkatan; (2) penggalan; (3) akronim; dan (4) kontraksi. data singkatan terdapat 9 kosakata, penggalan 228 kosakata, akronim 7 kosakata, dan kontraksi 8 kosakata. bentuk singkatan terbagi atas 4 pola pembentukan yaitu; (a) pengekalan huruf pertama dari sebuah kata, (b) pengekalan huruf pertama tiap komponen, (c) pengekalan huruf pertama dan huruf keempat dari suatu kata, dan (d) pengekalan huruf yang tidak beraturan. selain itu, bentuk penggalan juga terdiri atas 4 pola, yaitu: (a) penggalan suku akhir kata, (b) pengekalan dua suku kata (di awal dan di akhir), (c) penggalan kata dari satu frasa, dan (d) pelesapan sebagian kata. selanjutnya, bentuk akronim dalam ba dialek peusangan terdiri atas 5 pola yaitu; (a) pengekalan empat huruf pertama komponen pertama dan suku terakhir komponen kedua, (b) pengekalan suku pertama dari tiap komponen, (c) pengekalan suku pertama komponen pertama dan suku terakhir komponen kedua, (d) pengekalan huruf pertama dari setiap komponen kata, dan (e) pengekalan berbagai huruf serta suku kata yang sukar dirumuskan. sementara itu, kontraksi hanya mengalami perubahan bunyi dan penggantian fonem sehingga menghasilkan kosakata baru tanpa menghilangkan makna dasarnya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ABREVIASI DALAM BAHASA ACEH DIALEK PEUSANGAN. Banda Aceh Fakultas KIP Magister Pendidikan Bahasa Indonesia,2022
Baca Juga : KONSTRUKSI KALIMAT INTEROGATIF BAHASA ACEH DIALEK PEUSANGAN (Julia Fitri, 2017)
Abstract
ABSTRACT Fitri, Julia. 2021. Abbreviations In Acehnese Dialect Of Peusangan. Thesis, Indonesian Master of Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University. Supervisors (1) Dr. Razali, M.Pd. (2) Dr. Siti Sarah Fitriani, MA. Keywords: Abbreviations, Acehnese, Dialect of Peusangan This study aims to describe the types and patterns of forming abbreviations in the Acehnese dialect of Peusangan. This research uses a qualitative descriptive approach. The data of this study were obtained from the Acehnese dialect of Peusangan. Data collection techniques are conducted by listening, proficient, and instrospection techniques. For this research to be credible, researchers have used an instrument in the form of an observation sheets and interview guide. Data analysis was conducted through intralingual padding methods. Intralingual padding methods are used to classify according to its types and patterns of origin. The data obtained were 252 vocabulary. This study has shown that there are 4 types of abbreviations in Acehnese dialect of Peusangan. The results of this study indicate that there are 4 types of abbreviations in Acehnese dialect Peusangan, namely: (1) Abbreviations; (2) fragment; (3) Acronyms; (4) Contraction. The abbreviation data contains 9 vocabularies, fragments of 228 vocabularies, 7 vocabularies of acronyms, and 8 vocabularies of contractions. The form of abbreviations is divided into 4 patterns of formation, namely; (a) preservation of the first letter of a word, (b) preservation of the first letter of each component, (c) preservation of the first and fourth letters of a word, and (d) irregularity of letters. Furthermore, the fragments consist of 4 patterns, namely: (a) fragments of the last syllable of words, (b) fragments of two syllables (at the beginning and at the end), (c) fragments of words from one phrase, and (d) the omission of some words. The pattern of acronym formation in the Peusangan dialect BA, namely; (a) perpetuation of the first four letters of the first component and the last syllable of the second component, (b) perpetuation of the first syllable of each component, (c) perpetuation of the first syllable of the first component and the last syllable of the second component, (d) perpetuation of the first letter of each word component, and (e) the preservation of various letters and syllables that are difficult to formulate. Meanwhile, the contraction only undergoes sound changes and phoneme replacement so as to produce new vocabulary without losing its basic meaning.
Baca Juga : ANALISIS KONTRUKSI KALIMAT BAHASA ACEH DIALEK ACEH BARAT BERDASARKAN TEORI TATA BAHASA KASUS (Safriandi, 2025)