Abstrak indeks pembangunan sumber daya manusia (ipsdm) adalah sebagai acuan dalam membangun kualitas sumber daya manusia (sdm) yang meliputi dua dimensi utama, yaitu hidup layak dan pengetahuan sebagai standar yang di tetapkan oleh united nations development programme (undp) untuk meningkatkan pembangunan manusia dan kesejahteraan secara global. namun ipsdm di kabupaten nagan raya tidak serta merta mengalami kenaikan yang signifikan belum sesuai dengan standar undp, seperti hidup layak dan pengetahuan juga masih memiliki permasalahan yang kompleks dimana kemiskinan dan penggangguran bahkan melek huruf masih belum bisa diatasi oleh pemerintah secara efektif. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan hambatan pemerintah kabupaten nagan raya terhadap indeks pembangunan sumber daya manusia. teori yang digunakan dalam penelitian ini stephen covey yang menyebutkan peran pemerintah yaitu peran perintis (path-finding), peran penyelaras (aligning) dan pemberdayaan (empowering). metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pemerintah kabupaten nagan raya dalam meningkatkan indeks pembangunan sumber daya manusia yaitu hidup layak dan pengetahuan dengan menjalankan fungsi perannyan sebagai perintis pathfinding yaitu dengan menerapkan persamaan persepsi untuk mewujudkan visi misi di nagan raya, peran sebagai aligning mendorong seluruh komponen di nagan raya baik unsur pemerintah maupun masyarakat untuk saling bekerjasama meningkatkan sumber daya manusia. peran empowering dengan membuka program magang, pelatihan keterampilan, dan peningkatan pemberdayaan pertanian. kemudian yang menjadi hambatan dalam peningkatan ipsdm di nagan raya adalah wabah pandemi covid-19, kurangnya sdm, terbatasnya sarana dan prasarana, alokasi anggaran yang tidak mencukupi dan status kabupaten nagan raya sebagai daerah pemekaran baru. dari hasil penelitian dapat disarankan bahwa pemerintah kabupaten nagan raya harus lebih fokus pada penurunan angka pengangguran dengan menciptkan lapangan kerja, meingkatkan sdm, serta memfasilitasi sarana prasarana untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia. kata kunci: peran pemerintah, indeks pembangunan sumber daya manusia, kabupaten nagan raya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN KEPALA DAERAH TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA RNDI NAGAN RAYA. Banda Aceh fakultas Fisipol (S1),2021
Baca Juga : PENGARUH KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA MISKIN DAN TIDAK MISKIN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI INDONESIA (Lidia Anggraini, 2025)
Abstract
ABSTRACT The Human Resource Development Index (THRDI) is a reference improving the quality of Human Resources (HR) which includes two main dimensions, namely decent living and knowledge as standards set by United Nations Development Programme (UNDP) to improve human development and prosperity globally. However, THRDI in Nagan Raya Regency does not necessarily experience a significant improve yet in accordance with UNDP standards, such as decent living and knowledge also still has complex problems where poverty and unemployment and even literacy cannot be effectively addressed by the government. The purpose of this study was to determine the role and obstacles of the Nagan Raya Regency government on the Human Resource Development Index. The theory used in this research is Stephen Covey which mentions the role of government, namely the role of Pioneers (Path-finding), the role of Aligning (Aligning) and Empowering (Empowering). The method used in this research is descriptive qualitative method. The techniques used in data collection are observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that the role of the Nagan Raya Regency government in improving the Human Resource Development Index is a decent living and knowledge by carrying out its role as a pathfinding pioneer by applying a common perception to realize the vision and mission in Nagan Raya, the role as Aligning encourages all components in Nagan Raya, both government and community elements, to work together to improve human resources. Empowering role by opening apprenticeship programs, skills training, and improving agricultural empowerment. Then the obstacles in increasing IPSDM in Nagan Raya are the COVID-19 pandemic outbreak, lack of human resources, limited facilities and infrastructure, insufficient budget allocation and the status of Nagan Raya Regency as a new expansion area. From the results of the study, it can be suggested that the Nagan Raya Regency Government should focus more on reducing unemployment by creating employment opportunities, improving human resources, and facilitating infrastructure facilities to increase the human development index. Keywords: Government Role, Human Resource Development Index, Nagan Raya Regency